Penemuan Bangkai Gajah Sumatra di Hutan Konsesi PT RAPP
Warga Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau mengalami kaget setelah menemukan bangkai gajah sumatra di kawasan hutan konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), tepatnya di Desa Lubuk Kembang Bunga. Kejadian ini memicu kekhawatiran terhadap perlindungan satwa langka yang dilindungi oleh undang-undang.
Penemuan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang kemudian langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Polres Pelalawan bersama tim gabungan lintas instansi. Mereka segera turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara dan memulai penyelidikan mendalam atas kematian gajah tersebut.
Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP I Gede Yoga Eka Pranata menjelaskan bahwa saat ditemukan, gajah dalam posisi duduk dengan bagian kepala yang sudah hilang. Hal ini memperkuat dugaan adanya tindakan kejahatan terhadap satwa liar yang dilindungi undang-undang.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian gajah ini, termasuk olah TKP dan pengambilan keterangan dari sejumlah saksi,” ujarnya pada Jumat (6/2/2026).
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, tim gabungan yang terdiri dari Reskrim Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau telah melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah tersebut pada Rabu (4/2/2026). Proses ini dilakukan guna memastikan ada tidaknya unsur kekerasan, racun, atau luka lain yang tidak terlihat secara kasat mata yang berpotensi menjadi penyebab kematian.
Selain nekropsi, Tim Bidang Laboratorium Forensik Polda Riau yang dipimpin Iptu Imam Yusuf Hanura juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Petugas mengambil sampel tanah di sekitar bangkai gajah untuk dilakukan pengujian laboratorium guna mendeteksi kemungkinan adanya zat kimia berbahaya atau unsur mencurigakan lainnya di TKP.
“Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dikembangkan dengan pemeriksaan saksi tambahan serta pendalaman data teknis hasil olah TKP,” jelas Yoga.
Pihak kepolisian menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini dan memburu pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kematian gajah sumatra tersebut. Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan perlindungan satwa liar.
Warga diminta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan atau dugaan tindak pidana kehutanan kepada aparat kepolisian terdekat atau melalui layanan Call Center 110 agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.
Penemuan bangkai gajah ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Winarno pada Senin (2/2/2026) malam. Saat melintasi kawasan tersebut, ia mencium bau busuk menyengat dari dalam hutan. Setelah ditelusuri, Winarno menemukan bangkai gajah dalam kondisi tidak utuh dan segera melaporkannya kepada pihak keamanan setempat.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Oleh Tim Penyelidik
- Tim gabungan dari berbagai instansi seperti Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, serta BKSDA Riau melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah.
- Proses nekropsi dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur kekerasan, racun, atau luka lain yang tidak terlihat secara kasat mata.
- Tim Laboratorium Forensik Polda Riau mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk sampel tanah untuk pengujian laboratorium.
- Pemeriksaan saksi tambahan dan pendalaman data teknis hasil olah TKP terus dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan.
Upaya Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat
- Masyarakat diimbau untuk aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan perlindungan satwa liar.
- Warga diminta melaporkan setiap aktivitas mencurigakan atau dugaan tindak pidana kehutanan kepada aparat kepolisian terdekat atau melalui layanan Call Center 110.
- Penemuan bangkai gajah oleh warga bernama Winarno pada Senin (2/2/2026) malam menjadi awal dari proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwajib.
Tindakan Lanjutan
- Penyelidikan masih terus dikembangkan dengan fokus pada pemeriksaan saksi tambahan dan pendalaman data teknis.
- Tim penyelidik tetap berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kematian gajah sumatra tersebut.