APJATI Kembali Perkuat Kerja Sama SDM Indonesia–Jepang
APJATI (Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hal ini dilakukan melalui gelaran Indonesia–Japan Human Resource Matching Fair 2025 yang berlangsung di Tokyo pada 1 Desember 2025. Acara ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kemitraan SDM antara Indonesia dan Jepang.
Kegiatan ini dihadiri oleh 70 perusahaan Jepang, 37 P3MI anggota APJATI, serta sejumlah pejabat Indonesia dan mitra strategis Jepang. Dengan hadirnya banyak pihak, acara ini diharapkan mampu menjadi momentum penting dalam memperluas peluang kerja bagi PMI.
Jepang Tetap Tujuan Utama PMI
Jepang tetap menjadi tujuan utama penempatan tenaga kerja Indonesia. Saat ini, tercatat lebih dari 150.000 PMI bekerja di Jepang. Pemerintah Indonesia menargetkan penempatan sebanyak 500.000 PMI pada tahun 2026. Untuk mencapai target ini, APJATI menekankan pentingnya kualitas pelatihan yang lebih tinggi, mulai dari bahasa, kompetensi teknis hingga profesionalisme tenaga kerja.
Ketua Umum APJATI, Said Saleh Alwaini, MM, MIM, menjelaskan bahwa hubungan Indonesia–Jepang sejak lama menjadi pilar penting dalam kerja sama SDM. Ia menilai bahwa skema prioritas, yaitu Specified Skilled Worker (SSW), akan menjadi salah satu jalur utama dalam penempatan PMI ke Jepang.
APJATI Berkomitmen pada Penempatan Legal dan Sesuai Regulasi
Dalam sambutannya, Said menekankan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dukungan besar untuk penguatan pelatihan dan penyiapan SDM. Ia menyatakan bahwa kehadiran P3MI dalam acara ini membuktikan kesiapan APJATI mendukung penempatan tenaga kerja yang legal, modern, dan sesuai regulasi Indonesia–Jepang.
Melalui forum ini, P3MI dan perusahaan Jepang diharapkan dapat:
* memperluas jaringan
* membangun kolaborasi baru
* membuka peluang kerja yang lebih besar bagi PMI
APJATI juga menyampaikan apresiasi kepada mitra Jepang atas kepercayaan yang terus diberikan.
Dukungan KBRI Tokyo untuk Hubungan Jangka Panjang
Kuasa Usaha ad interim KBRI Tokyo, Renata Hutagalung, memberikan apresiasi atas komitmen APJATI. Ia berharap kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi peserta dan semakin memperkuat hubungan SDM Indonesia–Jepang di masa mendatang.
KBRI menegaskan siap mendukung upaya peningkatan kualitas, perlindungan, dan peluang kerja bagi PMI di Jepang. Hadirnya para pemangku kepentingan ini mempertegas bahwa kerja sama SDM Indonesia–Jepang terus memasuki fase yang lebih progresif dan produktif.
Hadirnya Pemangku Kebijakan dan Mitra Strategis
Indonesia–Japan Human Resource Matching Fair 2025 turut dihadiri oleh:
* Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI, Dwi Setiawan Susanto
* Direktur Representative SBI, Nobuo Ando
* Perwakilan JP-MIRAI, Mr. Shishido
* 70 perusahaan Jepang dari berbagai sektor
* 37 P3MI anggota APJATI
Hadirnya para pemangku kepentingan ini mempertegas bahwa kerja sama SDM Indonesia–Jepang terus memasuki fase yang lebih progresif dan produktif.
Forum Matching Fair sebagai Momentum Ekspansi Peluang PMI
Melalui forum ini, APJATI tidak hanya memfasilitasi pertemuan bisnis antara P3MI dan perusahaan Jepang, tetapi juga membuka ruang untuk:
* penyerapan tenaga kerja lebih besar
* ekspansi bidang pekerjaan di bawah skema SSW
* penguatan kualitas dan perlindungan PMI
* harmonisasi regulasi penempatan antara Indonesia dan Jepang
Dengan semakin besarnya kebutuhan tenaga kerja asing di Jepang, APJATI optimistis peluang PMI akan bertambah signifikan dalam beberapa tahun ke depan.