26 April 2026
Kemenag-Garut-dan-Densus-88-Gelar-Seminar-Kebangsaan_-Tingkatkan-Kesadaran-Deteksi-Dini-Radikalisme-di-Sekolah.jpg

Pemerintah Kabupaten Sleman Tangkal Radikalisme dengan Pendekatan Edukasi

Pemerintah Kabupaten Sleman tidak ingin membiarkan gerakan kelompok radikal yang semakin halus dan menyelinap ke ruang digital anak muda. Dengan meningkatnya aktivitas online para pelajar, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman mengambil langkah cepat untuk memperkuat kapasitas sekolah dalam membaca tanda-tanda radikalisme sejak dini.

“Kami terus berupaya melakukan peningkatan kapasitas satuan pendidikan dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan radikalisme maupun ekstremisme di kalangan remaja,” ujar Kepala Kesbangpol Sleman, Samsul Bakri, Minggu, 30 November 2025.

Upaya ini bukan sekadar formalitas. Ada alasan kuat mengapa sekolah harus lebih waspada. Data yang dibawa Densus 88 dalam seminar bersama Kesbangpol, Rabu, 26 November 2025 lalu, menunjukkan bahwa Indeks Potensi Radikalisme nasional pada 2023 naik menjadi 11,7 persen. Bahkan, temuan yang lebih mengkhawatirkan: 110 anak usia 10–18 tahun di 23 provinsi diduga sudah direkrut jaringan teroris melalui media sosial dan gim daring.

Faktor kerentanan seperti keluarga tidak harmonis, perundungan di sekolah, hingga pencarian jati diri disebut menjadi celah empuk yang dimanfaatkan kelompok radikal.

“Mereka masuk dari titik-titik rapuh anak muda,” ungkap narasumber Densus 88 dalam forum tersebut.

Kesbangpol menegaskan bahwa penguatan deteksi dini tidak bisa dikerjakan sendirian. Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan orang tua adalah benteng pertama agar paham ekstrem tidak menyusup ke ruang kelas.

Ancaman Baru: Perekrutan Lewat Gim Online

Masalahnya, perekrutan tidak lagi lewat cara-cara lama. Guru Besar Ilmu Komunikasi UMY, Prof. Suciati, mengingatkan bahwa ideologi ekstrem kini mengalir lewat jalur yang tak disangka-sangka: gim online.

“Ideologi dan radikalisme itu sekarang bisa dipoles lewat media digital. Brainwash yang dulu offline, sekarang online,” ujarnya.

Menurutnya, teknologi digital yang interaktif dan tanpa batas ruang–waktu memberi peluang komunikasi dua arah antara pelaku dan target. Anak yang kecanduan gim atau hidup dalam keluarga yang tidak harmonis menjadi target paling mudah dibangun kedekatannya.

“Saya melihat dua kata kunci perekrutan: kecanduan dan broken home,” kata Suciati. Ketika anak sudah larut dalam dunia digital, kontrol diri menurun, dan itu membuat mereka lebih mudah digiring masuk ke percakapan-percakapan yang tidak sehat.

Karena itu, langkah Kesbangpol Sleman memperkuat benteng pendidikan dianggap krusial. Gerakan radikal tak lagi datang lewat ceramah gelap atau pertemuan tersembunyi—ia muncul lewat notifikasi gim, obrolan di platform permainan, hingga chat random yang kelihatannya aman.

Strategi Pencegahan Radikalisme di Sekolah

Untuk menghadapi ancaman ini, Kesbangpol Sleman fokus pada penguatan kapasitas sekolah dalam mendeteksi dini tanda-tanda radikalisme. Pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk guru dan orang tua, untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.

  • Salah satu strategi yang dilakukan adalah pelatihan bagi guru dan staf sekolah untuk mengidentifikasi indikasi kecenderungan radikalisme.
  • Selain itu, kesbangpol juga memfasilitasi dialog antara siswa dan pemangku kepentingan untuk membangun kesadaran tentang bahaya ekstremisme.
  • Program edukasi juga diperkenalkan sebagai bagian dari kurikulum sekolah, dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai toleransi dan kerukunan.

Peran Orang Tua dalam Pencegahan Radikalisme

Orang tua juga memiliki peran penting dalam pencegahan radikalisme. Mereka diminta untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak di dunia digital dan menjaga komunikasi terbuka dengan anak.

  • Orang tua perlu memahami penggunaan media sosial dan gim online oleh anak-anak.
  • Mereka juga diminta untuk memperkuat ikatan emosional dalam keluarga agar anak tidak merasa terabaikan.
  • Edukasi tentang bahaya radikalisme juga perlu disampaikan secara berkala kepada anak-anak.

Keberlanjutan Upaya Pencegahan

Langkah-langkah yang diambil oleh Kesbangpol Sleman merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan generasi muda. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, diharapkan dapat mencegah penyebaran ideologi ekstrem.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *