22 April 2026
AA1S4SpN.jpg

Peran Indonesia dalam BRICS dan Peluang Kerja Sama dengan Rusia

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan perhatian khusus terhadap posisi baru Indonesia sebagai anggota blok ekonomi BRICS. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Kremlin, Moskow, pada Senin (13/4/2026). Menurut Putin, keanggotaan Indonesia dalam BRICS membuka peluang baru untuk memperkuat kerja sama antara kedua negara.

“Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita,” tegas Putin. Ia menilai bahwa kerja sama ini tidak hanya terbatas pada level BRICS saja, tetapi juga bisa meluas ke wilayah lain, termasuk integrasi ekonomi yang lebih erat dengan kawasan utara melalui Uni Ekonomi Eurasia.

“Hal yang sama kita bisa bicara mengenai kerja sama dengan Uni Ekonomi Eurasia,” tambah Putin. Dengan adanya komitmen tersebut, Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menjalin hubungan ekonomi yang lebih kuat dengan negara-negara di kawasan Eurasia.

Langkah Strategis Indonesia di Dunia Global

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia resmi memperkuat posisinya di kancah ekonomi global dengan bergabung ke dalam kelompok BRICS serta menjadi anggota New Development Bank (NDB). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan strategi besar untuk memperluas akses pasar dan memperdalam kerja sama di antara negara-negara global south.

“BRICS ini merupakan akses pasar baru, dengan BRICS kita juga melihat potensi kerja sama global south sebagai konsekuensi Indonesia memimpin konferensi Asia-Afrika,” ujar Airlangga dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin), pada 1 Desember 2025.

Komitmen Pemerintah untuk NDB

Sebagai komitmen awal, pemerintah telah menyepakati penyetoran modal sebesar US$ 1 miliar ke New Development Bank untuk mendukung pembangunan dan investasi di negara anggota. “Pemerintah sudah sepakat untuk memberikan dana US$ 1 miliar untuk investasi di New Development Bank. Jadi kita menjadi anggota dan langsung berpartisipasi aktif dalam persiapan New Development Bank,” katanya.

Profil New Development Bank (NDB)

New Development Bank (NDB) adalah bank pembangunan multilateral yang didirikan oleh anggota-anggota BRICS pada Juli 2024 lalu. NDB memiliki kantor pusat di Shanghai, Tiongkok, dan juga ada di pusat-pusat regional antara lain di Afrika. Tujuan utama dari NDB adalah untuk membiayai proyek-proyek pembangunan berkelanjutan dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi negara berkembang.

Dengan keanggotaan Indonesia di NDB, negara ini dapat berkontribusi secara aktif dalam membangun infrastruktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan yang lebih luas. Selain itu, NDB juga menjadi wadah penting bagi negara-negara berkembang untuk saling bekerja sama dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Potensi Kolaborasi di Berbagai Sektor

Selain dalam bidang ekonomi, kolaborasi antara Indonesia dan Rusia juga dapat berkembang di berbagai sektor lain seperti teknologi, pendidikan, dan energi. Dengan adanya BRICS sebagai fondasi kerja sama, kedua negara memiliki kesempatan untuk saling memperkuat kapasitas dan sumber daya yang dimiliki.

Dengan visi bersama untuk membangun dunia yang lebih stabil dan sejahtera, Indonesia dan Rusia dapat menjadi contoh nyata tentang bagaimana kerja sama antar negara dapat menciptakan dampak positif yang luas. Melalui BRICS dan NDB, Indonesia tidak hanya memperluas jaringan ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam membangun sistem keuangan global yang lebih adil dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *