23 April 2026
AA20kgOY.jpg

Kementerian Keuangan sedang merancang strategi untuk mengambil alih PT Permodalan Nusantara Madani (PMN) dari Danantara Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melalui skema tukar guling dengan PT Geo Dipa Energi.

“Sudah sempat dibahas bagaimana kalau tukar dengan Geo Dipa, tapi itu masih kita bicarakan lagi,” ujar Purbaya saat berada di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/4).

Geo Dipa merupakan BUMN yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan. Menurut Purbaya, langkah pengambilalihan PNM bertujuan untuk memperkuat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Rencananya, PNM akan diubah menjadi bank khusus UMKM.

“Supaya kita bisa menyalurkan KUR lewat situ dan dalam beberapa tahun ke depan, kita bentuk bank UMKM betulan,” kata dia.

Menurutnya, konsep bank tersebut akan berbeda dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berorientasi profit. Bank UMKM yang dirancang tidak mengejar keuntungan maksimal, tetapi fokus pada keberlanjutan pembiayaan dengan bunga terjangkau.

“BRI kan profit oriented, ini bukan. Yang penting pembiayaan bisa berkesinambungan dan betul-betul membantu UMKM dengan ekosistem yang menyeluruh,” ujarnya.

Meski demikian, skema pendanaan untuk rencana ini masih dalam tahap pembahasan, termasuk valuasi jika skema tukar guling benar-benar dijalankan.

Sebelumnya, Purbaya menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan restu atas rencana tersebut. Pemerintah juga berencana menempatkan PNM sebagai bagian dari Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan untuk memperkuat penyaluran KUR.

Dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Purbaya menilai akuisisi PNM dapat menjadi solusi atas masih sulitnya akses KUR bagi pelaku UMKM. Ia juga menyoroti besarnya beban subsidi bunga KUR yang saat ini mencapai sekitar Rp40 triliun per tahun atau setara 18%. Menurutnya, dana tersebut lebih efektif jika dialihkan menjadi modal pembiayaan langsung.

“Kalau kita setorkan Rp40 triliun selama lima tahun, kita bisa punya modal Rp200 triliun untuk bank UMKM,” ujarnya.

Purbaya sempat mempertimbangkan opsi lain, yakni memantau PNM melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Namun, skema tersebut dinilai kurang efektif karena PNM saat ini berada di bawah BRI yang berorientasi profit.

“Desain BRI memang untuk untung, bukan untuk public service obligation. Itu yang harus dipikirkan,” katanya.

Strategi Pengembangan Bank UMKM

Berikut beberapa poin penting terkait rencana pengembangan bank UMKM:

  • Tujuan utama

    Bank UMKM akan berfokus pada keberlanjutan pembiayaan dengan bunga terjangkau. Tidak seperti BRI yang berorientasi pada keuntungan, bank ini akan memberikan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan UMKM.

  • Konsep operasional

    Bank UMKM akan memiliki sistem yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha kecil dan menengah. Dengan struktur yang berbeda, bank ini akan mampu memberikan dukungan yang lebih optimal.

  • Pendanaan dan Modal

    Rencana pendanaan untuk bank UMKM masih dalam proses evaluasi. Jika skema tukar guling dengan Geo Dipa dijalankan, maka valuasi aset PNM akan menjadi hal penting yang perlu diperhitungkan.

  • Peran Pemerintah

    Pemerintah akan memastikan bahwa bank UMKM dapat beroperasi secara mandiri dan efisien. Penempatan PNM sebagai bagian dari SMV Kementerian Keuangan menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya memperkuat penyaluran KUR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *