19 April 2026
BB1q6Lj0.jpg



Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) secara keseluruhan ditutup menguat pada perdagangan saham Kamis (2/4), meskipun sempat mengalami penurunan di awal sesi. Penguatan pasar terjadi karena kekhawatiran investor mulai mereda, terlebih setelah terjadi ketegangan antara AS dan Iran.

Dow Jones Industrial Average turun sedikit 0,13% menjadi 46.504,67. Sementara itu, S&P 500 naik sebesar 0,11% menjadi 6.582,69 dan Nasdaq Composite meningkat 0,18% menjadi 21.879,18. Indikator volatilitas CBOE VIX juga turun ke tingkat 23,87, menunjukkan bahwa tingkat kekhawatiran pasar mulai berkurang. Dalam seminggu terakhir, ketiga indeks tersebut mencatat kenaikan terbesar dalam empat bulan dan menjadi kenaikan pertama dalam enam minggu terakhir.

Perbaikan sentimen pasar terjadi setelah Iran menyatakan sedang menyusun protokol bersama dengan Oman untuk mengatur lalu lintas di Selat Hormuz. Selain itu, Inggris melaporkan bahwa puluhan negara sedang mencari solusi untuk meredakan krisis, sehingga kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global mulai berkurang.

Sebelumnya, pasar sempat mengalami penurunan akibat lonjakan harga minyak. Presiden AS Donald Trump memberi sinyal langkah yang lebih agresif terhadap Iran menjelang libur panjang Jumat Agung. Akibatnya, harga minyak mentah melonjak tajam. Minyak AS naik sekitar 11% ke kisaran US$ 111 per barel, sementara minyak Brent menguat sekitar 7% mendekati US$ 108 per barel. Meski begitu, pelaku pasar memperkirakan harga akan turun ke sekitar US$ 82 per barel pada Oktober.

Michael Antonelli, analis pasar dari Baird, mengatakan arah pergerakan pasar saat ini masih belum stabil. Investor dinilai masih mencari kepastian di tengah dinamika geopolitik yang cepat berubah. “Namun, harga minyak pada Oktober menunjukkan pasar memperkirakan krisis ini kemungkinan akan berakhir pada musim gugur,” ujar Antonelli.

Di sisi lain, kekhawatiran juga muncul di pasar kredit swasta setelah Blue Owl Capital membatasi penarikan dana investor dari dua produk berbasis ritel. Saham perusahaan ini pun menjadi salah satu yang paling aktif diperdagangkan. Volume transaksi di bursa AS tercatat 16,75 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 hari terakhir sebesar 17,82 miliar saham.

Pelaku pasar juga mencermati perkembangan SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, yang dilaporkan diam-diam mengajukan rencana IPO di AS dengan target valuasi sekitar US$ 1,75 triliun. Selain itu, perhatian investor akan tertuju pada rilis data tenaga kerja AS (nonfarm payroll). Meski klaim pengangguran mingguan menurun, pasar tetap tutup sepanjang libur akhir pekan.

Sementara itu, saham Globalstar melonjak setelah laporan menyebut Amazon tengah menjajaki akuisisi perusahaan satelit orbit rendah tersebut. Wall Street sepanjang pekan ini mencerminkan sikap hati-hati investor. S&P 500 tercatat naik 3,36%, Nasdaq Composite menguat 4,44%, dan Dow Jones Industrial Average tumbuh 2,96%. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 meningkat 3,19%.

Kenaikan ini mencerminkan pergeseran investor ke sektor yang lebih defensif. Sektor utilitas yang dikenal stabil dari sisi pendapatan dan dividen, naik 0,6%. Sementara sektor properti menguat 1,5% didorong pendapatan sewa yang relatif tahan di tengah ketidakpastian. Sebaliknya, sektor barang konsumsi menjadi yang paling tertekan dengan tergelincir 1,5%. Penurunan itu karena saham Tesla anjlok 5,4% setelah rilis data pengiriman kuartal pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *