21 April 2026
Dewa-News-Online_20240112_231651_0000-PhotoRoom.png-PhotoRoom-e1734265145653

Kebakaran di SMKN 5 Semarang Merusak Dua Laboratorium

Kebakaran yang terjadi di SMKN 5 Semarang pada Kamis (2/4/2026) malam sekitar pukul 21.15 WIB menghanguskan dua laboratorium dan menyebabkan kerugian besar bagi sekolah tersebut. Insiden ini menimpa ruang praktik listrik dan laboratorium AutoCAD jurusan arsitektur, yang kini dalam kondisi rusak parah.

Pagi berikutnya, Jumat (3/4/2026), aroma hangus masih tercium kuat di sekitar lokasi kejadian. Area terdampak telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Dampak kebakaran terlihat signifikan, dengan kaca jendela pecah, atap bangunan ambrol, serta plafon runtuh di beberapa bagian. Di dalam ruangan, puluhan komputer dan peralatan praktik lainnya hangus terbakar. Sisa material yang terbakar tampak berserakan di lantai, bercampur dengan genangan air hasil proses pemadaman.

Video yang beredar juga memperlihatkan kobaran api besar melapisi isi ruangan saat kejadian berlangsung. Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Semarang harus bekerja ekstra keras dalam kondisi minim pencahayaan untuk mengendalikan api. Mereka bahkan menjebol kaca untuk mempercepat proses pemadaman. Suara runtuhan material terbakar menambah suasana mencekam saat upaya pemadaman berlangsung. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Kronologi Kebakaran

Menurut Koordinator Petugas Keamanan sekolah, Rizal DS, kebakaran bermula dari padamnya listrik secara tiba-tiba. “Awalnya listrik tiba-tiba mati, saya cek panel. Mau saya hidupkan lagi, tapi malah ada kepulan asap banyak,” kata dia ketika ditemui, Jumat. Rizal sempat mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun api justru semakin membesar.

“Saya langsung ambil APAR, pecahin kaca, disemprotkan, tapi tidak mati, malah tambah besar. Pakai tiga APAR juga tidak bisa mengatasi,” imbuh dia. Melihat kondisi tersebut, ia segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. “Saya langsung telepon Damkar, alhamdulillah langsung diangkat dan meluncur hitungan menit,” ungkap dia.

Kerugian Akibat Kebakaran

Kebakaran ini berdampak pada dua ruang laboratorium, yakni laboratorium listrik dan ruang gambar berbasis AutoCAD. Di dalamnya terdapat sekitar 36 unit komputer dengan spesifikasi tinggi yang seluruhnya terbakar. Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. “Ditaksir sama Inafis dan pihak sekolah kurang lebih hampir 200 juta, tapi belum pasti, karena satu komputer spesifikasinya di atas 10 juta,” jelas Rizal.

Penyebab sementara kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Namun, kepastian penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim forensik. Saat ini, lokasi kejadian telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Aktivitas Belajar Tetap Berjalan Normal

Meski dua ruang tidak dapat digunakan, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal di area lainnya. Pihak sekolah juga tengah menyiapkan solusi alternatif agar siswa, khususnya dari jurusan terkait, tetap dapat melaksanakan kegiatan praktik.

“Untuk sementara praktik di lab belum memungkinkan. Kemungkinan siswa menggunakan laptop pribadi,” pungkas Rizal.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *