Program Magang Nasional di Sektor Industri Kreatif
Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) tengah mengembangkan program magang yang bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja selama enam bulan kepada peserta industri kreatif. Dalam program ini, peserta akan mendapatkan bimbingan dari mentor dan juga mencatat aktivitas pembelajaran harian sebagai bagian dari evaluasi perkembangan kompetensi mereka.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menyampaikan bahwa sektor industri kreatif dapat menjadi laboratorium bagi pengembangan Program Magang Nasional (MagangHub). Menurutnya, sektor ini menawarkan ruang pembelajaran kerja yang berbeda, sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja dari sektor ekonomi baru yang terus berkembang.
Pada saat melakukan peninjauan pelaksanaan program magang di PT Rasa Kreasi Karya, Semarang, Menaker Yassierli menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk melihat bagaimana model pembelajaran kerja di sektor industri kreatif bisa memberikan pengalaman, keterampilan, dan kesiapan kerja bagi para peserta magang.
“Kami memilih lokasi ini karena terdapat perusahaan rintisan berbasis ekonomi kreatif yang unik. Sebelumnya kami juga telah meninjau pelaksanaan magang di perusahaan manufaktur, jasa, media, hingga perbankan. Kami ingin pastikan pelaksanaan magang nasional benar-benar memberi pengalaman dan peningkatan kompetensi bagi para peserta,” ujarnya.
Menaker menekankan bahwa industri kreatif memiliki karakter khas karena menuntut adaptasi, kreativitas, kolaborasi, dan ketepatan eksekusi. Oleh karena itu, sektor tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran yang baik dalam menguji dan memperkaya model pelaksanaan magang nasional di luar sektor konvensional.
Dia juga menilai, jika dikelola dengan baik, industri kreatif tidak hanya menjadi tempat belajar kerja lebih efektif, tetapi juga bisa menjadi potensi untuk membuka lapangan kerja baru dan menunjang pertumbuhan industri nasional.
“Ini kami lihat sebagai sesuatu yang positif. Industri kreatif merupakan sektor yang perlu didukung karena dapat membuka lapangan kerja dan menumbuhkan industri di Indonesia,” katanya.
Program magang dirancang agar peserta memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan melalui pendampingan mentor, serta pencatatan aktivitas pembelajaran harian sebagai bagian dari evaluasi perkembangan kompetensi. Dengan pola tersebut, peserta diharapkan tidak hanya menjalani masa magang, tetapi juga mengalami peningkatan keterampilan yang terukur.
Tujuan utama program pemagangan bukan semata-mata menjadikan peserta langsung direkrut sebagai pekerja tetap, melainkan menyiapkan mereka agar lebih siap bersaing di pasar kerja.
Sasaran Utama Magang
Sasaran utama magang adalah penyiapan tenaga kerja agar siap bekerja. Sebelum magang, banyak peserta merupakan fresh graduate tanpa pengalaman. Setelah enam bulan, mereka memiliki pengalaman kerja dan sertifikat magang sehingga kompetensinya meningkat.
Meski demikian, Menaker mengungkapkan bahwa dalam praktiknya, tidak sedikit perusahaan yang pada akhirnya merekrut peserta magang setelah melihat kemampuan dan kontribusi mereka selama program berlangsung. Menurutnya, hal tersebut menjadi dampak positif dari program pemagangan, meskipun bukan tujuan utamanya.
“Di beberapa tempat, perusahaan akhirnya merekrut peserta karena sudah enam bulan bekerja bersama dan dinilai siap. Itu memang bukan tujuan utama, tetapi menjadi dampak positif dari program ini,” pungkasnya.
Adapun mitra penyelenggara pemagangan nasional di Jawa Tengah sebanyak 700 mitra penyelenggara dengan peserta magang mencapai 8.518 orang. Sedangkan di Kota Semarang, jumlah mitra penyelenggara pemagangan sebanyak 153 mitra dengan peserta magang mencapai 1.687 orang.