19 April 2026
AA1gd1fY.jpg



Dewa News -.CO.ID – JAKARTA

Fitch Ratings, sebuah lembaga pemeringkat internasional, baru-baru ini menaikkan asumsi harga logam dan komoditas tambang untuk tahun 2026. Perubahan ini terjadi karena pergeseran dinamika pasar global, proyeksi permintaan yang kuat, serta keterbatasan pasokan.

Laporan resmi dari Fitch Ratings menunjukkan bahwa mereka merevisi naik asumsi harga sejumlah komoditas utama. Berikut adalah beberapa contoh perubahan yang signifikan:

  • Tembaga (Copper)

    Harga aktual 2025 tercatat sebesar US$ 9.939 per ton. Proyeksi lama untuk 2026 berada di level US$ 9.500, namun kini dinaikkan menjadi US$ 11.500 per ton dalam asumsi terbaru.

  • Aluminium

    Harga aktual 2025 mencapai US$ 2.630 per ton. Proyeksi 2026 sebelumnya diangka US$ 2.550, kini dinaikkan menjadi US$ 2.900 per ton.

  • Seng (Zinc)

    Harga aktual 2025 sebesar US$ 2.867 per ton. Proyeksi 2026 direvisi naik dari US$ 2.850 menjadi US$ 3.000 per ton.

  • Emas (Gold)

    Harga aktual 2025 sebesar US$ 3.431 per ons troi. Proyeksi lama untuk 2026 sebesar US$ 3.400 kini direvisi signifikan menjadi US$ 4.500 per ons troi. Lonjakan ini dipicu oleh pembelian bank sentral serta peningkatan alokasi investasi dari investor institusi dan ritel di tengah ketidakpastian geopolitik.

  • Batubara Termal (Thermal Coal Newcastle)

    Harga aktual 2025 sebesar US$ 105 per ton. Asumsi 2026 direvisi naik dari US$ 95 menjadi US$ 110 per ton.

  • Nikel

    Harga aktual 2025 sebesar US$ 15.154 per ton. Proyeksi 2026 untuk jangka pendek dinaikkan menjadi US$ 16.000 per ton.

  • Lithium

    Harga aktual 2025 sebesar US$ 10.388 per ton. Proyeksi 2026 direvisi naik dari US$ 10.000 menjadi US$ 13.500 per ton.

  • Kobalt

    Asumsi lama sebesar US$ 30.000 per ton kini dinaikkan menjadi US$ 50.000 per ton, dibandingkan harga aktual sebesar US$ 37.037 per ton.

Perubahan-perubahan ini mencerminkan optimisme Fitch Ratings terhadap prospek pasar komoditas dan logam di masa depan. Dengan meningkatnya permintaan global dan keterbatasan pasokan, harga-harga tersebut diperkirakan akan terus mengalami peningkatan. Hal ini juga berdampak pada sektor industri, investasi, dan kebijakan pemerintah yang mungkin perlu menyesuaikan diri dengan tren harga yang semakin tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *