Pasar modal Indonesia diperkirakan akan mengalami fluktuasi terbatas pada hari ini, Senin (20/3/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dalam kisaran antara level 7.000 sebagai support dan 7.100 sebagai resistance.
Tim riset Sinarmas Sekuritas menyatakan bahwa para investor cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu perkembangan situasi global serta rilis data ekonomi domestik. Dalam laporan mereka, IHSG diperkirakan akan tetap terbatas dalam jangka pendek.
Dari dalam negeri, pasar akan memantau sejumlah data penting yang akan dirilis pekan ini. Inflasi dan neraca perdagangan Indonesia menjadi dua indikator utama yang dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG selanjutnya.
Selain itu, lonjakan harga energi juga turut memengaruhi sentimen pasar. Harga minyak mentah dunia diperkirakan akan terus meningkat dan mungkin mencapai level US$112,2 per barel pada akhir Maret hingga awal April 2026. Kenaikan ini didorong oleh ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama gangguan distribusi energi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak global.
Di Amerika Serikat, gelombang protes besar-besaran juga terjadi melalui aksi nasional bertajuk “No Kings” yang menentang kepemimpinan Donald Trump. Aksi ini menambah ketidakpastian politik di negara tersebut dan berpotensi memengaruhi pasar keuangan global.
Dalam situasi pasar yang tidak stabil, Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati dengan strategi trading jangka pendek. Berikut rekomendasi teknikal mereka:
-
PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA)
Buy dengan target harga 1.380–1.406, dan stop loss di bawah 1.300. -
PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG)
Buy dengan target harga 1.630–1.710, dan stop loss di bawah 1.500. -
PT Sigma Cipta Caraka Tbk. (CYBR)
Buy dengan target harga 1.365–1.450, dan stop loss di bawah 1.240. -
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS)
Sell dengan target harga 420.
Disclaimer: Berita ini hanya untuk informasi umum dan tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.