Gubernur Lampung Ajak Masyarakat Perantau untuk Bersatu dalam Pembangunan Daerah
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak masyarakat, khususnya warga Lampung yang tinggal di luar daerah, untuk memperkuat persatuan dan meninggalkan perbedaan demi mendorong kemajuan daerah. Ajakan ini disampaikan dalam acara Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah bersama Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FK-PLP) di Mahan Agung, Minggu (29/3/2026). Acara ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antarwarga Lampung, baik yang berada di daerah maupun di perantauan.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa persatuan adalah kunci utama dalam mengejar ketertinggalan dan menyelaraskan pembangunan dengan daerah lain di Indonesia. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada pengkotak-kotakan, karena hanya dengan bersatu, daerah dapat berkembang sejalan dengan provinsi lain.
Momentum halal bihalal, menurut Gubernur, bukan hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mempererat hubungan emosional antarwarga. Ia menilai bahwa perantau memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Jejaring yang terbentuk di luar daerah dapat menjadi kekuatan besar apabila terhubung dengan kampung halaman.
“Perantau tidak pernah memutuskan akar. Dari tanah rantau banyak putra-putri Lampung yang tumbuh dan berkontribusi di berbagai bidang,” ujarnya. Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga ikatan emosional antara perantau dan kampung halaman, serta memastikan bahwa kontribusi mereka dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.
Kondisi Ekonomi Lampung yang Masih Bertumpu pada Sektor Pertanian
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memaparkan kondisi ekonomi Lampung yang masih bertumpu pada sektor pertanian, khususnya komoditas singkong, padi, dan jagung. Ia mengakui bahwa harga komoditas tersebut kerap mengalami fluktuasi, namun mulai menunjukkan perbaikan berkat kebijakan pemerintah pusat.
“Pendapatan masyarakat meningkat hampir dua kali lipat. Aktivitas ekonomi di desa juga semakin menggeliat,” jelasnya. Meski demikian, keterbatasan anggaran daerah masih menjadi tantangan, terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah produk pertanian, serta mengembangkan sektor pariwisata dan industri sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Pentingnya Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Di sisi lain, Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia mengungkapkan bahwa setiap tahun terdapat sekitar 120 ribu lulusan SMA di Lampung, namun hanya sekitar 30 ribu yang dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dalam daerah.
“Ketika ekonomi membaik, kesadaran masyarakat untuk melanjutkan pendidikan juga meningkat. Ini harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas pendidikan yang memadai,” ujarnya. Gubernur menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya terletak pada aspek ekonomi, tetapi juga pada kualitas SDM yang mampu mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mendorong Potensi Lampung
Dalam acara tersebut, Zulkifli Hasan juga mengajak masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Ia menilai Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata yang perlu didorong melalui kolaborasi lintas sektor.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, seperti Sufmi Dasco Ahmad, Aburizal Bakrie, Putri Zulkifli Hasan, Mukhlis Basri, serta Irham Jafar Lan Putra. Keberadaan para tokoh ini menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya pemerintah dalam membangun daerah secara inklusif dan berkelanjutan.
Harapan Pemerintah Provinsi Lampung
Pemerintah Provinsi Lampung berharap momentum halal bihalal ini mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perantau dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Dengan persatuan dan kolaborasi yang kuat, Lampung dapat mencapai pertumbuhan yang lebih pesat dan berkelanjutan.