Kinerja Finansial PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) Tahun 2025
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatatkan kinerja yang sangat positif sepanjang tahun 2025. Berbagai indikator keuangan menunjukkan peningkatan signifikan, baik dalam hal laba maupun jumlah investasi yang dimiliki perusahaan.
Peningkatan Laba dan Investasi
Salah satu indikator utama kinerja SRTG adalah keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek lainnya. Di tahun 2025, angka ini mencapai Rp 4,13 triliun, meningkat sebesar 180,05% dibandingkan dengan Rp 1,47 triliun di tahun sebelumnya. Meskipun penghasilan dividen dan bunga mengalami penurunan dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 2,86 triliun, hal ini tidak mengurangi keseluruhan kinerja positif perusahaan.
Selain itu, pendapatan lainnya juga turun sedikit, yaitu dari Rp 14,99 miliar pada 2024 menjadi Rp 11,17 miliar pada 2025. Namun, peningkatan dalam investasi menjadi faktor utama yang mendorong kinerja SRTG.
Jumlah Investasi di Saham Blue Chip
Pada tahun 2025, SRTG mencatat jumlah investasi di saham blue chip sebesar Rp 48,03 triliun, naik dari Rp 44,99 triliun pada tahun 2024. Ini menunjukkan strategi investasi yang terus berkembang dan optimis terhadap pasar modal.
Portofolio Investasi di Perusahaan Berkembang
SRTG memiliki kepemilikan saham di berbagai emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Beberapa di antaranya adalah:
- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG): SRTG memiliki 9,73% saham dengan nilai wajar sebesar Rp 5,68 triliun.
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Kepemilikan saham sebesar 19,73% dengan nilai wajar Rp 10,8 triliun.
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): Kepemilikan saham sebesar 4% dengan nilai wajar Rp 2,12 triliun.
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): SRTG memiliki 4,38% saham dengan nilai wajar Rp 2,33 triliun.
- PT Adaro Strategic Capital (ASC): SRTG memiliki 25% saham melalui ASC dengan nilai wajar Rp 8,94 triliun.
- PT Adaro Strategic Lestari (ASL): Kepemilikan saham sebesar 29,79% dengan nilai wajar Rp 3,56 triliun.
Selain itu, SRTG juga memegang saham di beberapa perusahaan berkembang, seperti:
- PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX): Kepemilikan saham sebesar 57,67% dengan nilai wajar Rp 2,44 triliun.
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII): Kepemilikan saham sebesar 10% dengan nilai wajar Rp 464,59 miliar.
- PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA): Kepemilikan saham sebesar 6,02% dengan nilai wajar Rp 228,99 miliar.
Pertumbuhan Laba dan Ekuitas
Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan mencapai Rp 7,33 triliun di 2025, naik 121,11% dari Rp 3,31 triliun di 2024. Hal ini juga didukung oleh peningkatan laba per saham dasar, yang meningkat dari Rp 243 menjadi Rp 540.
Kondisi Keuangan Perusahaan
Pada akhir Desember 2025, total aset SRTG mencapai Rp 62,51 triliun, naik dari Rp 57,84 triliun pada akhir Desember 2024. Liabilitas perusahaan juga mengalami penurunan, yaitu dari Rp 6,06 triliun menjadi Rp 3,59 triliun. Sementara itu, ekuitas perusahaan meningkat menjadi Rp 58,91 triliun dari Rp 51,77 triliun.
Kas dan setara kas SRTG pada akhir Desember 2025 sebesar Rp 966,36 miliar, turun dari Rp 1,53 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Meski demikian, penurunan ini tidak mengurangi kinerja keseluruhan perusahaan yang tetap positif.