Kondisi Bisnis di Taman Impian Jaya Ancol Saat Lebaran 2026
Pada hari kedua Lebaran tahun 2026, sejumlah pedagang di kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol mengeluhkan penurunan omzet yang cukup signifikan. Meski jumlah pengunjung terlihat ramai, daya beli masyarakat disebut melemah, sehingga berdampak pada menurunnya pendapatan para pedagang hingga 50%.
Ateb (53), seorang pedagang topi dan kacamata di sekitaran pantai Ancol, menyampaikan bahwa kondisi Lebaran tahun ini jauh berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa meskipun pengunjung terlihat ramai, namun daya beli masyarakat tampak lebih rendah.
“Ramai sih, tapi buat daya belinya agak kurang sekarang. Wah, jauh dengan yang tahun yang udah-udah. Biasanya kan lebaran lebih dari ini, sekarang agak berkurang,” ujarnya saat ditemui.
Ateb juga menyebutkan bahwa penurunan omzet terjadi cukup dalam jika dibandingkan kondisi tahun sebelumnya. “Turunnya hampir separuhnya. Jauh sekarang mah. Nggak seperti dulu-dulu,” tambahnya.
Pada Lebaran hari pertama tahun ini, Ateb yang telah berjualan sejak 2005 hanya meraup pendapatan sekitar Rp400.000, jauh di bawah capaian tahun lalu yang bisa menembus lebih dari Rp1 juta. Ia juga menyebut tren penurunan ini baru terasa dalam dua tahun terakhir, setelah sebelumnya penjualan relatif stabil.
Keluhan serupa datang dari Tini (51), seorang pedagang mainan. Dia menyebut penurunan daya beli bahkan lebih dari 50%, meskipun jumlah pengunjung tetap tinggi.
“Berkurang drastis. Pengunjungnya kurang. Kalau untuk penjualan, kalau daya beli memang kurang. Pengunjung memang banyak, tapi daya beli kurang,” ujarnya.
Menurut Tini, perubahan pola konsumsi pengunjung menjadi salah satu penyebab. Banyak wisatawan membawa bekal sendiri, sehingga belanja di lokasi wisata menurun.
Berbeda dengan pedagang barang, pelaku usaha wahana air masih mencatat kinerja relatif stabil meskipun tetap lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
Ari (42) menjelaskan bahwa penjualan pada Lebaran tahun ini sebenarnya masih tergolong ramai, namun tetap lebih rendah dibandingkan tahun lalu, terutama jika dibandingkan Lebaran hari pertama.
Dia menyebutkan, pendapatan selama dua hari Lebaran tahun ini baru mencapai sekitar Rp7 juta, sementara pada periode yang sama tahun lalu mampu menembus Rp10 juta. Meski demikian, dia menilai potensi tambahan masih terbuka hingga sore hari yang biasanya menjadi puncak keramaian.
“Kalau buat penjualan sih lumayan ramai, sih. Cuman lebih ke tahun yang lalu ya,” ucapnya.
Program Hiburan dan Rekreasi di Ancol Selama Periode Lebaran
Sementara itu, Corporate Communication Manager PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk., Daniel Windriatmoko menyampaikan bahwa perusahaan telah menyiapkan berbagai program hiburan dan rekreasi untuk menarik wisatawan selama periode 19 Maret—5 April 2026 di kawasan Ancol.
Ancol menargetkan total kunjungan mencapai 600.000 orang, meningkat dibandingkan capaian periode Lebaran tahun lalu yang sebesar 540.000 pengunjung. Adapun puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada hari kedua Lebaran.
“Lonjakan peningkatan pengunjung di periode Lebaran ini terjadi di Lebaran hari kedua tanggal 22 Maret 2026, kami prediksikan bisa mencapai lebih dari 40.000 pengunjung untuk hari ini,” kata Daniel kepada media, Minggu (22/3/2026).
Adapun, Daniel menyebut preferensi wisata pengunjung masih didominasi kawasan pantai Ancol, disusul oleh wahana Dunia Fantasi (Dufan), Sea World, dan Samudra.