22 April 2026
AA1OTv2o.jpg

Capaian Produksi Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina Tahun 2025

Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina berhasil melampaui target produksi sepanjang tahun 2025. Dalam capaiannya, produksi Migas mencapai 208,5 Mboepd (ribu barel minyak per hari) atau 100,4% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Sementara itu, lifting migas mencapai 171,0 Mboepd atau 102,9% dari target.

Selama tahun 2025, Regional Indonesia Timur juga berhasil melakukan berbagai aktivitas seperti:

  • 6 Bor Sumur Eksplorasi
  • 12 Bor Sumur Pengembangan
  • 17 workover sumur

Capaian ini menjadi bukti komitmen dan upaya yang terus dilakukan untuk menggali potensi minyak dan gas di wilayah Timur Indonesia. Untuk mencapai target produksi tersebut, Regional Indonesia Timur terus melakukan berbagai upaya, termasuk program kerja workover, pemboran sumur pengembangan maupun eksplorasi, serta penerapan teknik Enhanced Oil Recovery seperti CO2 flood yang sedang dikembangkan di Lapangan Sukowati.

Penerapan teknologi digitalisasi dilakukan secara agresif untuk mendukung pencapaian target produksi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Regional Indonesia Timur, Ruby Mulyawan dalam pemaparannya di Town Hall Meeting yang dihadiri oleh seluruh perwira baik secara offline maupun online pada Senin, 9 Maret 2026.

Fokus pada Aspek HSSE dan Integritas Bisnis

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan keseragaman tata nilai atau aturan-aturan yang mengarahkan ketujuan tersebut. Salah satu aspek utama yang terus diterapkan adalah HSSE (Health, Safety, Security, and Environment), yang diterapkan secara disiplin baik di kantor regional maupun zona-zona operasional.

“Penerapan HSSE ini menjadi fokus utama yang dilakukan baik di kantor regional dan zona-zona,” tambah Ruby dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (20/03/2026).

Komitmen dalam memenuhi target RKAP serta integritas dalam menjalankan proses bisnis dan pengelolaan pemangku kepentingan baik di internal maupun eksternal perusahaan yang dekat dengan wilayah operasi juga menjadi prioritas. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Tri Winarno, Komisaris Pertamina EP Cepu yang turut hadir dalam acara Town Hall.

“Kinerja 2025 cukup baik, performance produksi dan lifting tercapai. Untuk tahun 2026, kita perlu memperhatikan kondisi geopolitik global yang tentu akan berpengaruh pada industri migas, sehingga kita dapat tetapkan strategi yang tepat,” ujar Tri.

Penghargaan dan Kinerja Maksimal

Pada tahun 2025, perusahaan juga mendapatkan berbagai pengakuan berupa penghargaan dari pihak eksternal, baik internasional maupun nasional. Penghargaan ini, lanjut Ruby, tentunya dicapai berkat kinerja yang maksimal dan usaha terbaik seluruh Perwira Regional 4 Indonesia Timur yang diberikan kepada perusahaan.

Wilayah Operasional Regional Indonesia Timur

Sebagai informasi, Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina merupakan pengelola hulu migas yang secara geografi tersebar di Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua yang terdiri dari aset offshore dan onshore. Selain itu, terdapat 1 aset downstream yaitu Donggi Senoro LNG.

Wilayah kerja di bawah Regional Indonesia Timur meliputi:

  • Zona 11: Alas Dara Kemuning, Cepu, WMO, Randugunting, Sukowati, Poleng, Tuban East Java
  • Zona 12: Jambaran Tiung Biru, Banyu Urip
  • Zona 13: Donggi Matindok, Senoro Toili, Makasar Strait, Melati
  • Zona 14: Papua, Salawati, Salawati Basin, Binaiya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *