21 April 2026
AA1YUQhc.jpg

Strategi PGN untuk Tahun 2026: Fokus pada Pertumbuhan Terintegrasi dan Berkelanjutan

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), sebagai Sub Holding Gas Pertamina, telah menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/CAPEX) sebesar 353 juta dolar AS untuk tahun 2026. Angka ini meningkat sekitar 14 persen dibandingkan dengan anggaran yang dialokasikan pada tahun 2025. Alokasi dana ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi serta mendukung ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menjelaskan bahwa strategi perusahaan pada tahun 2026 akan berfokus pada pertumbuhan yang terintegrasi, kredibel, dan berkelanjutan. “Arah strategis PGN pada tahun 2026 difokuskan pada penguatan operasional, konsolidasi portofolio bisnis, serta ekspansi bisnis bernilai tambah secara selektif. Seluruhnya diimbangi dengan strategi keuangan yang disiplin serta komitmen penuh terhadap penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di setiap lini,” ujar Arief pada tanggal 9 Maret 2026.

Pengembangan Infrastruktur Gas Bumi

Untuk menghadirkan energi yang lebih dekat dan andal bagi masyarakat serta pelanggan industri, PGN mengalokasikan CAPEX sebesar USD 219 juta untuk pengembangan infrastruktur transmisi dan distribusi, baik pipeline maupun beyond pipeline seperti Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG). Beberapa proyek prioritas meliputi:

  • Customer attachment
  • Perluasan jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah Sumatera dan Jawa
  • Pembangunan Pipa Tegal–Cilacap dan perpanjangan Pipa Sei Mangkei
  • Pengembangan terminal regasifikasi di Jawa Timur

Di sisi lain, PGN juga melanjutkan pengembangan low carbon business sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang, termasuk inisiatif biomethane.

Investasi di Hulu (Upstream)

Di sisi hulu (upstream), PGN mengalokasikan CAPEX sebesar USD 134 juta untuk mengoptimalkan kinerja eksplorasi dan peningkatan oil and gas lifting. Program utama mencakup:

  • Kegiatan pengeboran (drilling) di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, Ketapang, dan Fasken
  • Perpanjangan kontrak kerja sama (KKKS) di WK Pangkah
  • Pelaksanaan survei dan pemrosesan seismik 3D

“Untuk memastikan pencapaian target kinerja operasional, kami memperkuat aspek HSSE dengan target Zero accident. Sementara untuk komitmen keberlanjutan, kami menargetkan pengurangan emisi sebesar 35.000 ton CO2 ekuivalen,” tegas Arief.

Kolaborasi dengan Stakeholders

Kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi dinamika dan fluktuasi pasar energi. PGN terus mempererat sinergi dengan seluruh key stakeholders guna menjaga transparansi, keselarasan pemahaman terhadap ekspektasi pasar, serta prospek bisnis perusahaan ke depan. Dengan fondasi sinergi yang kuat, PGN optimistis dapat terus adaptif dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan industri energi yang semakin dinamis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *