19 April 2026
AA1hZg1W.jpg



Pakar kendaraan listrik di Indonesia menegaskan bahwa insiden kebakaran mobil listrik tidak berasal dari baterai. Pernyataan ini bertujuan untuk memperbaiki persepsi publik yang seringkali menyalahkan baterai sebagai sumber utama kebakaran.

Mahindra Gofar, pendiri EVSafe sekaligus dosen di National Battery Research Institute, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa kebakaran mobil listrik di dalam negeri disebabkan oleh baterai. Menurutnya, sebagian besar kasus terjadi karena faktor eksternal.

“Dari beberapa insiden yang terjadi, belum ada yang terbukti berasal dari baterai. Umumnya justru dipicu oleh faktor eksternal seperti sistem kelistrikan atau perangkat pengisian daya,” ujarnya.

Gofar juga mengungkapkan bahwa masyarakat masih sering salah memahami fenomena thermal runaway pada baterai kendaraan listrik. Dalam kondisi tersebut, api biasanya sulit dipadamkan dan berpotensi muncul kembali.

“Jika itu thermal runaway, api tidak mudah padam dan ada risiko menyala lagi. Tapi beberapa kasus yang terjadi justru cepat dipadamkan, jadi indikasinya bukan dari baterai,” katanya.

Sebagai contoh, ia merujuk pada insiden kebakaran mobil listrik DFSK Gelora E di ruas Tol JORR arah Cilandak menuju Ragunan pada 16 Januari 2026. Dalam kejadian itu, api dapat dipadamkan dalam waktu sekitar 20 menit.

Menurut Gofar, durasi pemadaman yang relatif cepat menjadi indikator kuat bahwa kebakaran tidak dipicu oleh thermal runaway pada baterai.

“Kalau dari baterai, biasanya ada potensi menyala lagi atau re-ignition. Ini tidak terjadi. Jadi bukan thermal runaway menurut kacamata saya,” kata Gofar.

Ia menambahkan bahwa sejumlah faktor eksternal berpotensi memicu kebakaran, seperti sistem tegangan rendah, instalasi kelistrikan tambahan, hingga perangkat pengisian daya seperti wallbox atau charger.

“Pentingnya investigasi menyeluruh sebelum menarik kesimpulan yang bisa menyesatkan persepsi publik,” ujarnya.

Di sisi lain, Cing Hok Rifin, Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, mengatakan bahwa perusahaan telah melakukan pemeriksaan internal terhadap kendaraan yang terbakar. Hasilnya menunjukkan bahwa komponen utama sistem kelistrikan dan baterai dalam kondisi utuh.

Pemeriksaan mencakup beberapa komponen penting, antara lain:

  • battery pack
  • kabel tegangan tinggi
  • Power Distribution Unit (PDU)
  • soket
  • dinamo motor
  • On Board Charger (OBC)
  • Motor Control Unit (MCU)

“Baterai malah tidak kebakar dan kemarin kita buka ya alhamdulillah kondisinya bersih banget. Jadi makin meyakinkan bawasannya itu bukan konsleting atau mengalami thermal runaway atau kebakar. Ini (penyebab) benar benar dari faktor eksternal,” ujar Cing Hok Rifin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *