22 April 2026
AANFgF5.jpg



BNI akan segera membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya untuk tahun buku 2025. Jumlah dividen yang dibagikan mencapai Rp 13,03 triliun atau setara dengan 65% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Pembagian dividen ini telah diumumkan oleh BNI dan akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Pada hari Selasa (17/3/2026), cum dividen akan berlangsung di pasar reguler dan pasar negosiasi. Sementara itu, cum dividen di pasar tunai dijadwalkan pada 26 Maret 2026, yang juga menjadi tanggal recording date atau penentuan pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Pemegang saham yang tercatat pada tanggal tersebut akan menerima pembayaran dividen pada 7 April 2026. Hal ini menunjukkan bahwa BNI menjalankan proses yang transparan dan terstruktur dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa keputusan pembagian dividen merupakan wujud komitmen perseroan untuk memberikan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham sekaligus menjaga fundamental perusahaan.

“Keputusan ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk memberi nilai tambah bagi para pemegang saham, sekaligus memastikan kinerja perusahaan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Selasa (16/3/2026).

Pembagian dividen tersebut sebelumnya telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar pada Senin (9/3/2026). Dalam rapat tersebut, BNI menetapkan dividen tunai sebesar Rp 349,41 per saham kepada para pemegang saham.

Selain itu, sisa laba bersih sebesar 35% atau sekitar Rp 7,01 triliun ditetapkan sebagai saldo laba ditahan. Menurut Okki, laba ditahan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bisnis sekaligus memperkuat struktur permodalan perseroan.

“Ke depan, BNI akan terus memperkuat kinerja secara berkelanjutan sekaligus menjaga struktur permodalan yang solid agar mampu menciptakan nilai yang lebih optimal bagi para pemegang saham,” tutupnya.

Proses Pembagian Dividen yang Terencana

Berikut adalah rangkaian tahapan dalam proses pembagian dividen oleh BNI:

  • Jadwal Cum Dividen:
  • Pasar reguler dan pasar negosiasi: Selasa (17/3/2026)
  • Pasar tunai: 26 Maret 2026 (sekaligus menjadi tanggal recording date)

  • Tanggal Penerimaan Dividen:

  • Pemegang saham yang tercatat pada tanggal 26 Maret 2026 akan menerima pembayaran dividen pada 7 April 2026.

  • Besaran Dividen:

  • Total dividen tunai: Rp 13,03 triliun
  • Dividen per saham: Rp 349,41
  • Persentase dari laba bersih: 65%

  • Laba Ditahan:

  • Sisa laba bersih: 35% atau sekitar Rp 7,01 triliun
  • Tujuan: Mendukung pengembangan bisnis dan memperkuat struktur permodalan

Komitmen BNI terhadap Pemegang Saham

BNI menunjukkan komitmennya untuk menjaga hubungan yang baik dengan para pemegang saham melalui pembagian dividen yang teratur dan transparan. Keputusan ini tidak hanya memberikan imbal hasil yang optimal, tetapi juga menunjukkan bahwa BNI tetap fokus pada pertumbuhan jangka panjang.

Dengan adanya laba ditahan, BNI memiliki dana tambahan yang bisa digunakan untuk investasi strategis, pengembangan produk, dan penguatan aset perusahaan. Hal ini membantu menjaga stabilitas dan daya saing BNI di tengah dinamika pasar keuangan yang terus berkembang.

Selain itu, BNI juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja operasional dan memastikan struktur permodalan tetap kuat. Dengan demikian, BNI tidak hanya menguntungkan pemegang saham saat ini, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *