Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan tewas akibat serangan Iran. Namun, pihak Israel membantah informasi tersebut dan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Akun Instagram @b.netanyahu dan X @netanyahu membagikan video yang menunjukkan Netanyahu sedang mengunjungi kafe bernama The Sataf di Yerusalem pada hari Minggu (15/3). Dalam video tersebut, Netanyahu terlihat sedang menikmati secangkir kopi dan berbincang santai dengan timnya. Ia bahkan sempat bercanda mengenai isu kematiannya.
Namun, banyak warganet meragukan keaslian video tersebut karena menunjukkan beberapa ketidakwajaran. Beberapa netizen menyebut gerakan yang ditampilkan dalam video itu terlihat seperti hasil dari kecerdasan buatan (AI). Pakar teknologi Furkan Gozukara melalui akun media sosial X @FurkanGozukara juga mengungkapkan pendapatnya bahwa video tersebut adalah produk AI. “Ya ampun, Israel sangat putus asa sampai-sampai mereka merilis deepfake AI mengerikan tentang Netanyahu sedang minum kopi untuk membuktikan dia masih hidup. Cangkirnya berbusa penuh tanpa tumpah dan dia punya enam jari di video terakhir! Benar-benar memalukan,” katanya, Senin (16/3).
Beberapa laporan juga menyebut bahwa Grok, salah satu model AI terbaru, mengonfirmasi bahwa video tersebut merupakan rekayasa AI. Dalam unggahan Furkan, ia menunjukkan video berita dari Moats yang menjelaskan bahwa Grok menyatakan kemungkinan besar video tersebut palsu. Pembawa berita dalam video tersebut menyampaikan bahwa berdasarkan penjelasan Grok, ada kemungkinan 95% bahwa gambar itu palsu, hasil rekayasa AI atau gambar palsu lainnya. Para ahli di bidang ini juga menyatakan kemungkinan sebesar 97% bahwa video tersebut palsu.
Tidak hanya itu, beredar juga tangkapan layar di media sosial yang menunjukkan jawaban Grok melalui akun X. Dalam tangkapan layar tersebut, Grok menandai akun @Mohsen1011 dan @TV_KOREA_2030. Grok mengklaim bahwa video tersebut hasil AI. “Ini hasil rekayasa AI. Ini adalah deepfake Benjamin Netanyahu yang sedang santai di kedai kopi, berbicara tentang operasi Iran/Lebanon dan kawasan lindung sambil menyeruput kopi—tidak ada kejadian nyata seperti ini. Unggahan aslinya secara eksplisit menyebutnya sebagai teknologi canggih yang belum dirilis,” kata Grok.
Namun, jawaban Grok tersebut tidak ditemukan di kolom replies Grok di media sosial X. Dewa News -.co.id mencoba menggunakan Grok AI di akun X namun belum mendapatkan jawaban. Sementara jika melalui aplikasi langsung, Grok menjawab bahwa video tersebut asli. “Video itu asli. Netanyahu memang mengunjungi kafe Sataf (di Jerusalem Hills, Israel) pada 15 Maret 2026, memesan kopi, berbicara dengan karyawan, dan bercanda soal rumor kematiannya,” tulis Grok.
Grok menyatakan bukti nyata yaitu Kafe Sataf mengunggah foto-foto asli Netanyahu di Instagram pada hari yang sama. “Kami sangat senang dapat menjamu Perdana Menteri dan kantornya di Sataf hari ini!” tulis Kafe Sataf dalam caption unggahannya. Selain itu, Kantor Netanyahu dan media Israel seperti The Times of Israel melaporkan kunjungan ini sebagai kejadian nyata. Duta Besar Israel ke India juga menegaskan bahwa video tersebut asli. “Video di kafe ini bukan hasil rekayasa AI,” kata Duta Besar Israel.