21 April 2026
AASYjKH.jpg

Pertumbuhan Kinerja Bank Jago Tbk pada 2025

Bank digital PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang tahun 2025. Laba bersih setelah pajak Bank Jago mencapai Rp 276 miliar, meningkat sebesar 115% dibandingkan laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp 129 miliar.

Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), serta penyaluran kredit. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Jago semakin diakui sebagai salah satu institusi keuangan yang andal dan terpercaya dalam memberikan layanan keuangan kepada masyarakat.

Peningkatan Jumlah Nasabah

Hingga akhir 2025, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 18,2 juta orang, meningkat hampir 3 juta dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang berada di angka 15,3 juta nasabah. Dari total jumlah tersebut, sekitar 14,2 juta merupakan nasabah funding yang menggunakan aplikasi Jago dan Jago Syariah. Penambahan nasabah ini menunjukkan bahwa penggunaan layanan digital Bank Jago semakin diminati dan dipercaya oleh masyarakat.

Peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK)

Sejalan dengan peningkatan jumlah nasabah, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Bank Jago mencatatkan DPK sebesar Rp 25,9 triliun per Desember 2025, naik 38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 18,8 triliun. Arief menyatakan bahwa hubungan antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK sangat kuat, karena semakin banyak nasabah yang percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka.

Penyaluran Kredit yang Berkembang

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Jago mencapai Rp 24,3 triliun hingga akhir 2025, meningkat 38% dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 17,7 triliun. Pertumbuhan kredit ini didukung oleh kolaborasi dengan berbagai mitra strategis seperti ekosistem digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya. Selain itu, Bank Jago juga mengembangkan penyaluran kredit langsung berbasis aplikasi melalui fitur Jago Dana Cepat.

Meski kredit tumbuh secara signifikan, kualitas aset tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 0,6%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional. Ini menunjukkan bahwa Bank Jago mampu menjaga kualitas portofolio kreditnya meskipun pertumbuhan kredit terus berjalan.

Pertumbuhan Aset dan Rasio Keuangan

Seiring pertumbuhan kredit dan dana, total aset Bank Jago mencapai Rp 36,5 triliun per Desember 2025, naik 28% dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 28,5 triliun. Adapun rasio loan to deposit ratio (LDR) tercatat stabil di posisi 94%, sementara rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level 31,63%, turun dari 44,4% pada tahun sebelumnya. Meskipun CAR turun, tingkat kecukupan modal masih cukup tinggi dan sesuai dengan standar industri.

Kesimpulan

Pertumbuhan kinerja Bank Jago pada 2025 menunjukkan kemajuan yang pesat dalam berbagai aspek bisnis, termasuk peningkatan jumlah nasabah, penghimpunan dana, penyaluran kredit, dan stabilitas aset. Langkah strategis yang dilakukan oleh Bank Jago, seperti pengembangan layanan digital dan kolaborasi dengan mitra strategis, menjadi faktor utama dalam mencapai pertumbuhan yang signifikan. Dengan demikian, Bank Jago terus memperkuat posisinya sebagai bank digital yang inovatif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *