Dewa News -, JAKARTA–Indonesia tidak kekurangan talenta seni. Berbagai karya lahir dari para seniman dengan karakter beragam. Namun yang kerap menjadi persoalan adalah sistem yang belum mampu mengantar mereka menembus panggung global.
Selama ini kreativitas tumbuh dari komunitas dan inisiatif mandiri, dan hanya berhenti di level festival. Di sinilah Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya digagas untuk membangun jalur pengembangan yang lebih terstruktur
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengatakan sejak diluncurkan pada 2025, MTN Seni Budaya menunjukkan perkembangan signifikan. Puluhan ribu peserta telah terlibat dalam tahap pra-pembibitan dan mulai diarahkan pada jalur pengembangan karier yang lebih jelas.
MTN, kata Fadli, merupakan bagian dari program prioritas nasional yang diinisiasi Kementerian PPN/Bappenas. Untuk sektor budaya, program ini disiapkan sebagai sistem pembinaan talenta seni yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Lewat MTN, talenta ini tidak boleh berhenti hanya di panggung pertunjukan atau festival. Mereka harus memiliki jalur pembinaan, rekognisi, dan keberlanjutan karier,” ujarnya saat membuka MTN Wave di Taman Ismail Marzuki.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra menambahkan bahwa sejak 2025 MTN Seni Budaya telah menjangkau 36.990 peserta dalam kegiatan pra-pembibitan dengan menggandeng sekitar 200 mitra, mulai dari sanggar hingga komunitas
“Sebanyak 5.711 talenta telah masuk dalam trajektori MTN, dengan 208 program terlaksana bersama mitra. Ada 116 talenta yang memperoleh rekognisi internasional dan menjangkau 19 negara serta 58 kabupaten/kota,” katanya.
Capaian tersebut dipaparkan dalam MTN Wave, yang menampilkan talenta dari lima bidang, yakni seni rupa, seni pertunjukan, musik, film, dan sastra
Selain pertunjukan utama bertajuk “Resonansa: Dari Titik Kecil Menjadi Gelombang Peradaban”, acara itu juga menghadirkan instalasi karya Sigit D. Pratama serta rangkaian karya lintas disiplin yang dipandu Lukman Sardi sebagai narator.
Fadli berharap MTN Seni Budaya tidak hanya menjadi ruang ekspresi, melainkan investasi sumber daya manusia jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045
“Kita ingin semakin banyak talenta masuk dalam sistem ini. Potensi yang ditampilkan menunjukkan kualitas yang perlu terus dikawal,” ujarnya.