Kinerja Keuangan MPPA Tahun 2025: Peningkatan Penjualan dan Laba
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) telah merilis laporan keuangan tahun buku 2025 yang menunjukkan kinerja positif. Perseroan mencatat peningkatan penjualan bersih sebesar 1,9% menjadi Rp 7,25 triliun, dibandingkan dengan Rp 7,11 triliun pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam operasional perusahaan.
CEO MPPA, Adrian Suherman, menjelaskan bahwa momentum positif ini didorong oleh inisiatif rebranding yang diluncurkan pada 28 Agustus 2025. Rebranding ini tidak hanya memperkuat keterlibatan pelanggan, tetapi juga meningkatkan relevansi merek. “Sehingga menjadi fondasi yang lebih kuat bagi fase pertumbuhan Perseroan berikutnya,” ujarnya dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa (17/2).
Laba kotor perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 2,8% menjadi Rp1,26 triliun. Peningkatan ini didorong oleh perbaikan bauran penjualan serta peningkatan relevansi penawaran produk terhadap kebutuhan pelanggan. Meskipun laba operasi MPPA tetap tercatat positif sebesar Rp26 miliar, angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh sejumlah investasi yang dilakukan perseroan untuk memperkuat daya saing jangka panjang.
“Kami terus berinvestasi pada inisiatif yang mendukung transformasi jangka panjang. Respons positif terhadap inisiatif rebranding semakin memperkuat keyakinan kami bahwa upaya ini akan menghasilkan kinerja yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan,” tambah Adrian.
Investasi tersebut difokuskan pada inovasi format ritel baru serta penyegaran penawaran produk agar tetap selaras dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Untuk mendukung pertumbuhan kinerja ke depan, MPPA tetap berfokus pada percepatan strategi yang berorientasi pada pelanggan, dengan memastikan produk segar serta kebutuhan keluarga tetap tersedia dengan harga terjangkau, sekaligus selaras dengan preferensi konsumen di masing-masing wilayah.
Selain itu, Perseroan akan terus memperkuat produktivitas gerai, menyempurnakan assortments, serta meningkatkan eksekusi operasional dan keunggulan layanan di seluruh jaringan melalui pendekatan ritel terintegrasi.
“Didukung oleh penguatan kapabilitas rantai pasok, peningkatan keterlibatan digital, serta ekspansi selektif termasuk ke wilayah underserved, MPPA berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang baru,” tegas Adrian.
Hingga akhir 2025 lalu, MPPA tercatat membukukan rugi Bersih periode berjalan sebesar Rp152 miliar, meningkat dibandingkan Rp 118,11 miliar di tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh beban non-operasional, sementara kinerja operasional inti ritel Perseroan tetap menunjukkan resiliensi. Dengan strategi yang terarah dan komitmen terhadap inovasi, MPPA siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.