Kehidupan Oki Setiana Dewi: Antara Pendidikan dan Dakwah
Oki Setiana Dewi, seorang aktris sekaligus pendakwah, menjalani kehidupannya dengan penuh keseimbangan antara studi dan aktivitas dakwah. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Meskipun tengah berada di luar negeri, Oki tetap aktif dalam kegiatan dakwahnya.
Sejak tinggal di Mesir, Oki tidak pernah mengabaikan tanggung jawab sebagai dai. Ia sering melakukan safari dakwah selama liburan kuliah. Contohnya, pada liburan musim dingin yang berlangsung selama dua minggu, Oki memanfaatkannya untuk berkunjung ke Inggris dan melihat beberapa kampus.
Selama kunjungan tersebut, Oki memberikan ceramah agama di beberapa tempat seperti Indonesia Islamic Center London, Southampton University, dan Edinburgh University. Ini bukan pertama kalinya ia berdakwah di Inggris. Pada tahun 2023, ia juga terlibat dalam program English for Ulama, sebuah inisiatif dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan British Council dan Minhaj Welfare Foundation.
Program ini bertujuan untuk memperkenalkan “wajah Islam Indonesia” yang moderat, toleran, dan damai kepada publik di Inggris. Dalam acara tersebut, Oki juga berdialog lintas agama dan membahas keberagaman di Gedung Parlemen Inggris bersama anggota parlemen Fiona Bruce.
Setelah selesai berceramah di Eropa, Oki melanjutkan safari dakwahnya ke Malaysia dan Singapura. Di sana, ia disambut oleh ribuan jemaah. Banyak dari mereka yang terharu hingga meneteskan air mata karena penyampaian Oki yang menyentuh hati.
Di tengah aktivitas dakwahnya, Oki juga menjadi juri dalam pemilihan dai di salah satu stasiun televisi Malaysia bernama Mualim Muda. Meski tinggal di luar negeri, ia tetap menjalankan tugasnya di Indonesia. Sejak September 2025, Oki menjadi dosen tetap pascasarjana manajemen pendidikan Islam di Universitas Muhammadiyah Jakarta dan mengajar secara daring.
Ia mengaku menikmati perannya sebagai dosen meskipun masih berstatus sebagai mahasiswi. Baginya, pendidikan dan dakwah adalah dua dunia yang sangat dicintainya. Kepergiannya ke Mesir tidak membuat kegiatan dakwahnya berhenti. Justru undangan dari berbagai negara semakin banyak. Namun, ia tetap memprioritaskan pendidikan.
“Saya minta maaf belum bisa memenuhi semua undangan dikarenakan saya ingin selalu hadir dalam setiap perkuliahan saya,” ujarnya.
Setelah melakukan safari dakwah ke berbagai negara, Oki kembali ke Mesir untuk melanjutkan studinya di jurusan Ushuludin. “Liburan musim dingin telah usai, kini saatnya kembali ke Mesir untuk kembali belajar. Mohon doa,” tulisnya.
Selain kuliah dan mengajar, Oki juga mengelola pesantren tahfidz Maskanul Huffadz yang didirikan sejak 2016 di Indonesia dan kini memiliki cabang di Mesir. Ia juga dikenal produktif dalam menulis buku, antara lain Melukis Pelangi, Sejuta Pelangi, Cahaya di Atas Cahaya, dan lainnya.
Saat ini, Oki sedang menyiapkan buku baru berjudul Menjadi Tenang. “Kehidupan di Mesir yang tak sesibuk saat berada di Indonesia membuat saya mulai produktif kembali menulis buku,” ujarnya.
Menurut Oki, kombinasi mempelajari Islam di Timur dan Barat mampu memperkaya wawasan keislamannya sekaligus memperkuat kemampuan beradaptasi di era globalisasi.