19 April 2026
AA1WyJ0Q.jpg

Utang Luar Negeri Indonesia Mencapai US$431,7 Miliar pada Kuartal IV/2025

Bank Indonesia melaporkan bahwa utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai sebesar US$431,7 miliar per kuartal IV/2025. Angka ini setara dengan sekitar Rp7.196,43 triliun berdasarkan kurs JISDOR 31 Desember 2025 sebesar Rp16.670 per dolar AS. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan kuartal III/2025 yang tercatat sebesar US$427,6 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa ULN terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu utang pemerintah dan utang swasta. Dalam kuartal IV/2025, ULN swasta mengalami penurunan dari US$194,5 miliar menjadi US$192,8 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan ULN perusahaan nonfinancial corporations.

Berdasarkan sektor ekonomi, pangsa ULN swasta terbesar berasal dari beberapa sektor utama, antara lain:

  • Sektor Industri Pengolahan
  • Jasa Keuangan dan Asuransi
  • Pengadaan Listrik dan Gas
  • Pertambangan dan Penggalian

Total pangsa dari empat sektor tersebut mencapai 79,9% dari total ULN swasta. Denny juga menyebutkan bahwa ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa sebesar 76,3% dari total ULN swasta.

Utang Pemerintah Mengalami Peningkatan

Di sisi lain, ULN pemerintah tercatat sebesar US$214,3 miliar, meningkat dari periode sebelumnya sebesar US$210,1 miliar. Perkembangan ini dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing dalam Surat Berharga Negara (SBN) internasional.

Menurut Denny, ULN pemerintah digunakan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas yang bertujuan untuk keberlanjutan dan penguatan perekonomian nasional. Berdasarkan sektornya, ULN pemerintah dialokasikan sebagai berikut:

  • Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial: 22,1%
  • Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib: 19,8%
  • Jasa Pendidikan: 16,2%
  • Konstruksi: 11,7%
  • Transportasi dan Pergudangan: 8,6%

Denny menambahkan bahwa posisi ULN pemerintah didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa sebesar 99,99% dari total ULN pemerintah.

Rasio Utang Luar Negeri Naik

Sejalan dengan peningkatan ULN, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat menjadi 29,9% pada kuartal IV/2025, naik dari 29,5% pada kuartal III/2025. Angka ini didominasi oleh ULN jangka panjang sebesar 85,7% dari total ULN, turun sedikit dari 86,1% pada kuartal III/2025.

Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa ULN dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, ULN Indonesia terus berkembang baik dalam jumlah maupun struktur. Meskipun terjadi penurunan pada ULN swasta, ULN pemerintah mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah dan Bank Indonesia terus berupaya untuk memastikan pengelolaan utang yang sehat dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *