Kerja Sama Strategis dengan RedDoorz
PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SPRE) mengumumkan kolaborasi strategis dengan RedDoorz, sebuah perusahaan penyedia layanan akomodasi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk memperluas jangkauan pasar serta memperkuat kinerja bisnis secara nasional.
Dalam kerja sama ini, SPRE akan memberikan dukungan operasional dan pengembangan jaringan RedDoorz melalui penyediaan produk dan layanan yang berkelanjutan. Manajemen perusahaan percaya bahwa sinergi ini akan menciptakan nilai tambah bagi kedua belah pihak sekaligus meningkatkan akses pasar.
Direktur Utama SPRE, Rizet Ramawi, menjelaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Ia menyatakan:
“Kerja sama dengan RedDoorz merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing, serta memperkuat posisi perusahaan di industri nasional.”
SPRE optimis bahwa kerja sama ini dapat meningkatkan volume penjualan, memperluas wilayah pemasaran, serta memperkuat stabilitas usaha. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan bisnis pada berbagai sektor pendukung lainnya.
Perusahaan menegaskan komitmennya sebagai perusahaan terbuka untuk terus beroperasi secara profesional, adaptif, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
Informasi Perusahaan
Sebagai informasi, SPRE adalah produsen perlengkapan kamar tidur yang berdiri sejak tahun 2001 dan berbasis di Padang serta Pekanbaru. Perusahaan memasarkan produk seperti sprei, bed cover, bantal, guling, dan aksesori rumah tangga melalui merek Soraya Bedsheet. Saat ini, SPRE memiliki dua pabrik dan delapan gerai di Padang, Pekanbaru, dan Jambi.
Rencana Pengambilalihan oleh Perusahaan Singapura
Sebelumnya, dilaporkan bahwa perusahaan asal Singapura, Saiko Consultancy Pte. Ltd., sedang menjajaki rencana pengambilalihan saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SPRE) melalui pembelian saham milik pemegang saham pengendali.
Direktur Utama SPRE, Rizet Ramawi, menyampaikan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap negosiasi dan telah disampaikan sebagai keterbukaan informasi sesuai ketentuan pasar modal.
“Saiko Consultancy Pte. Ltd. bermaksud untuk mengambil alih saham yang dimiliki oleh Rizet Ramawi sebanyak-banyaknya 222.600.000 saham atau setara dengan 27,83% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi.
Ia menambahkan, saat pengumuman disampaikan, calon pembeli belum memiliki kepemilikan saham di SPRE. Setelah transaksi rampung, calon pengendali baru akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
“Pelaksanaan rencana pengambilalihan maupun penawaran tender wajib akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk ketentuan di bidang pasar modal,” katanya.
Rizet juga menegaskan bahwa rencana transaksi tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
“Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan Perseroan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Saiko Consultancy, Mark Leong Kei Wei, menyatakan rencana pengambilalihan dilakukan untuk mendukung strategi ekspansi perusahaan.
“Tujuan dilaksanakannya rencana pengambilalihan ini adalah untuk menunjang strategi pengembangan usaha serta memperluas kegiatan bisnis pembeli sebagai bagian dari ekspansi korporasi,” katanya.
Negosiasi saat ini masih berlangsung, termasuk pembahasan nilai akhir transaksi dan jadwal penyelesaian. Saiko Consultancy merupakan perusahaan berbadan hukum Singapura yang bergerak di bidang jasa konsultasi manajemen dan aktivitas perusahaan holding, serta saat ini belum memiliki kepemilikan saham langsung maupun tidak langsung di SPRE.