27 April 2026

Investor Asing Terus Lakukan Penjualan Bersih

Sejak awal tahun, investor asing telah mencatatkan penjualan bersih atau net foreign sell sebesar Rp11,74 triliun. Dengan berbagai sentimen yang terjadi di pasar modal, dana keluar dari investor asing diperkirakan akan tetap tinggi sepanjang kuartal pertama tahun 2026.

Muhammad Wafi, Head of Research PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI Sekuritas), mengatakan bahwa outflow investor asing masih akan tinggi. Menurutnya, peluang untuk melakukan net buy saat ini sangat terbatas dan hanya terjadi pada saham-saham spesifik.

“Peluang net buy terbatas di saham spesifik aja. Asing hanya akan masuk ke big caps yang valuasinya sudah diskon,” ujar Wafi, Selasa (10/2/2026).

Wafi juga memperkirakan bahwa sentimen negatif dari lembaga Moody’s serta ketidakpastian mengenai kebijakan suku bunga Fed membuat investor lebih memilih aset yang lebih aman. Oleh karena itu, ia menyarankan para investor untuk menghindari saham-saham komoditas dan teknologi.

“Investor bisa mengoleksi saham defensif seperti sektor konsumen primer seperti ICBP atau MYOR, dan emiten pembagi dividen tinggi seperti ADRO atau UNTR,” tambahnya.

IHSG Masih Sulit Kembali ke Level 9.000

Budi Frensidy, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, memprediksi bahwa IHSG masih akan sulit untuk kembali ke level 9.000 dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh beberapa sentimen negatif yang memengaruhi indeks tersebut belakangan ini.

“Beberapa lembaga rating menurunkan outlook-nya, termasuk Moody’s. Hal ini berdampak pada pandangan investor global, sehingga risiko pasar modal Indonesia meningkat dan membuat cost of fund naik,” kata Budi.

Menurut Budi, kenaikan biaya pendanaan atau raising fund di pasar modal akan membuat investasi menjadi lebih mahal. Kenaikan discount rate ini, menurutnya, akan menurunkan harga saham dan membuat IHSG sulit kembali ke level 9.000.

Data Mengenai Net Sell Investor Asing

Berdasarkan data dari RTI Infokom, investor asing mencetak net sell sebesar Rp11,74 triliun sejak awal tahun. Sementara itu, selama satu bulan terakhir, jumlah net sell mencapai Rp14,84 triliun.

Pergerakan IHSG tercatat melemah sebesar 5,96% secara year to date, dengan pelemahan sebesar 8,48% selama sebulan terakhir.

Strategi Investasi yang Tepat

Dalam situasi pasar yang tidak menentu seperti ini, investor perlu lebih waspada dan memilih strategi investasi yang tepat. Beberapa rekomendasi yang diberikan oleh para ahli adalah:

  • Memilih saham defensif seperti sektor konsumen primer
  • Menghindari saham komoditas dan teknologi yang cenderung lebih rentan terhadap volatilitas
  • Mempertimbangkan emiten yang memiliki pembagian dividen tinggi
  • Mengawasi sentimen pasar dan perubahan kebijakan moneter yang dapat memengaruhi arah pasar

Dengan memahami dinamika pasar dan memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi, investor dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam mengelola portofolio mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *