27 April 2026
1000760058 091020252.jpg

PSMS Medan Denda Rp 45 Juta Akibat Pelanggaran Suporter

PSMS Medan kembali menerima sanksi berupa denda besar dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dalam Kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Kali ini, klub asal Medan harus membayar total denda sebesar Rp 45 juta akibat tindakan oknum suporter saat pertandingan kandang.

Sanksi tersebut dijatuhkan setelah hasil sidang Komdis PSSI terkait insiden yang terjadi pada laga PSMS Medan melawan Adhyaksa FC di Stadion Utama Sumatra Utara, 11 Januari 2026 lalu. Dalam pertandingan tersebut, terdapat dua pelanggaran yang menjadi dasar pemberian denda kepada klub.

Pelanggaran Pertama: Suporter Memasuki Area Lapangan

Pelanggaran pertama terjadi ketika dua orang suporter PSMS Medan memasuki area sisi lapangan di belakang gawang Adhyaksa FC dari arah Tribun Selatan. Tindakan ini dinilai membahayakan keamanan dan mengganggu jalannya pertandingan. Atas pelanggaran tersebut, PSMS Medan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 30 juta.

Pelanggaran Kedua: Yel-Yel Provokatif dan Hinaan

Selain itu, sepanjang pertandingan juga terdengar yel-yel bernada provokatif dan bernuansa hinaan terhadap perangkat pertandingan yang dilantunkan oleh sebagian suporter. Akibat pelanggaran ini, Komdis PSSI kembali menjatuhkan sanksi tambahan sebesar Rp 15 juta kepada PSMS Medan.

Total denda yang harus ditanggung klub pun mencapai Rp 45 juta, angka yang tergolong fantastis untuk ukuran klub Liga 2.

Tanggapan Presiden PSMS Medan

Menanggapi keputusan tersebut, Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengaku kecewa karena klub kembali harus menanggung sanksi akibat ulah oknum suporter. “Kita kecewa karena kita kena denda itu lagi. Ini kita belum tahu juga di pertandingan terakhir lawan Bekasi, infonya ada sanksi lebih besar lagi,” ujar Fendi kepada Tribun Medan, Senin (2/2).

Ia menegaskan bahwa manajemen sebenarnya sudah berulang kali memberikan imbauan kepada suporter agar lebih tertib saat mendukung tim kesayangan mereka di stadion. “Kita sudah mengimbau. Makanya nanti kita akan coba pendekatan lagi, bagaimana caranya supaya tidak merugikan satu sama lain,” tambahnya.

Fendi juga menilai bahwa kondisi ini justru membuat PSMS Medan merasa lebih dirugikan saat bermain di kandang dibandingkan saat bertanding di laga tandang. “Kita merasa main home lebih rugi daripada main away,” tutupnya.

Langkah Ke depan

Manajemen PSMS Medan berencana melakukan evaluasi bersama kelompok suporter agar kejadian serupa tidak terulang di laga-laga berikutnya, mengingat sanksi berulang dapat berdampak buruk bagi klub baik secara finansial maupun reputasi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *