21 April 2026
AA1VV38p.jpg

Pengamanan Super Ketat dalam Laga Persija Jakarta vs Arema FC

Laga antara Persija Jakarta dan Arema FC di pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Minggu (8/2) mendapat pengawasan yang sangat ketat. Sebanyak 2.505 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta diterjunkan untuk memastikan jalannya pertandingan berjalan dengan aman dan kondusif.

Personel tersebut disebar mulai dari area dalam stadion hingga lingkar luar kawasan Senayan. Untuk memastikan kesiapan pengamanan, aparat telah melakukan simulasi melalui Tactical Wall Game (TWG) dan Apel Pelayanan pada pukul 13.00 WIB. Langkah ini dilakukan agar setiap petugas paham betul posisi dan tanggung jawabnya sebelum kick-off dimulai pukul 19.00 WIB.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menjelaskan bahwa pengamanan akan dilakukan secara humanis, santun, dan profesional. Keselamatan serta kenyamanan masyarakat dan para suporter menjadi prioritas utama. Seluruh personel tidak dibekali senjata api.

Reynold juga memberikan peringatan keras kepada para Jakmania maupun suporter lainnya yang hadir untuk tidak membawa barang-barang berbahaya. Barang yang dilarang mencakup senjata tajam, flare, petasan, minuman keras, hingga bambu tiang bendera.

Ia mengajak semua pihak yang hadir untuk menjaga marwah sportivitas dan menikmati pertandingan dengan tertib. “Kami mengajak seluruh suporter untuk bersama-sama menjaga ketertiban, menjunjung tinggi sportivitas, serta menikmati pertandingan yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai dalam suasana yang aman, nyaman, dan penuh kegembiraan,” katanya.

Waspadai Potensi Kriminalitas dan Pengaturan Lalu Lintas

Selain keamanan fisik, pihak kepolisian mengimbau penonton agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminal seperti copet atau jambret di kerumunan. “Amankan barang-barang pribadi seperti ponsel, dompet, dan perhiasan. Apabila ada suporter yang bersikap anarkis atau membawa barang terlarang, kami akan mengambil tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Reynold.

Bagi masyarakat umum yang tidak menonton pertandingan, disarankan untuk menghindari kawasan Senayan dan mencari jalur alternatif. Polisi akan memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional demi mengurai kemacetan di sekitar GBK.

Langkah-Langkah Pengamanan yang Dilakukan

  • Personel gabungan TNI, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta diterjunkan untuk pengamanan
  • Simulasi dilakukan melalui Tactical Wall Game (TWG) dan Apel Pelayanan
  • Pengamanan dilakukan secara humanis, santun, dan profesional
  • Suporter dilarang membawa barang berbahaya seperti senjata tajam, flare, dan minuman keras
  • Penonton diminta waspada terhadap tindak kriminal di kerumunan
  • Masyarakat yang tidak menonton diminta menghindari kawasan Senayan

Pengamanan yang dilakukan oleh aparat menunjukkan komitmen penuh untuk menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh peserta laga. Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan pertandingan antara Persija Jakarta dan Arema FC dapat berjalan lancar dan tanpa gangguan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *