23 April 2026
panen-jagung-di-bekas-lahan-tambang-batu-bara-1figm-dom.jpg

Pemanfaatan Lahan Eks Tambang untuk Pertanian Berkelanjutan

Lahan eks tambang yang dikelola oleh PT Timah Tbk di Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, kembali menunjukkan potensi produktifnya. Perusahaan pelat merah tersebut bekerja sama dengan Kelompok Tani Aik Jelutung dalam memanen jagung manis yang ditanam di atas lahan seluas 1.040 meter persegi.

Total hasil panen mencapai 1,5 ton jagung yang dipanen bersama Camat Badau, kelompok tani, dan rombongan IPB pada Rabu (4/2/2026). Ini merupakan langkah penting dalam upaya pemerintah dan perusahaan untuk meningkatkan ketahanan pangan serta ekonomi masyarakat setempat.

Fokus pada Tanaman Bernilai Ekonomis

Department Head HSE PT Timah Tbk Area Belitung, Sudi Aryanto, menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan bekas tambang difokuskan pada tanaman bernilai ekonomis yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Ia mengatakan:

“Di lahan ini memang kami tanami tanaman yang punya nilai ekonomis dengan menggandeng Kelompok Tani Aik Jelutung. Tahap awal kami tanami nanas karena menjadi ikon Desa Badau.”

Hasil panen nanas sebelumnya tidak hanya dijual mentah, tetapi juga diolah oleh kelompok ibu-ibu setempat menjadi berbagai produk makanan olahan berbahan dasar nanas. Hal ini membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.

Memasuki tahap kedua, lahan yang sama kemudian ditanami jagung manis seluas sekitar 1.040 meter persegi dengan total 5.200 bibit. Dari penanaman tersebut, hasil panen mencapai sekitar 1,5 ton jagung. Program ini merupakan bentuk dukungan PT Timah terhadap ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Jagung ini bukan hanya untuk kebutuhan pangan, tetapi juga bernilai ekonomis sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

Tantangan dalam Bercocok Tanam di Lahan Bekas Tambang

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Aik Jelutung Desa Badau, Suhari, mengatakan bahwa jagung tersebut mulai ditanam pada November 2025 dengan jumlah 5.200 bibit. Hasil panennya diperkirakan sekitar 1,5 ton. Ia mengakui bahwa tantangan utama bercocok tanam di lahan eks tambang timah adalah kondisi tanah yang minim unsur hara.

Akibatnya, penggunaan pupuk harus lebih banyak karena tanah bekas tambang sudah sangat miskin unsur hara. “Persiapan lahan kemarin sekitar tiga minggu sebelum tanam, mulai dari pembajakan sampai pemupukan,” ucap Suhari.

Menurutnya, pengalaman menanam nanas sebelumnya menjadi bekal penting bagi pihaknya dalam mengolah lahan tersebut. Ke depan, setelah panen jagung, Kelompok Tani Aik Jelutung berencana menanam cabai dengan pendampingan PT Timah Tbk yang akan bekerja sama dengan IPB.

Harapan untuk Masa Depan

Camat Badau Azhari mengapresiasi upaya dari PT Timah Tbk dalam mengelola lahan eks tambang dengan melibatkan kelompok masyarakat. Ia berharap program ini terus berkelanjutan untuk mengedukasi dan mengubah pola pikir (mindset) masyarakat agar tidak terus bergantung pada sektor tambang.

Apalagi ke depan, lahan tersebut akan kembali ditanami cabai dengan area yang lebih luas. “Langkah ini tentunya akan berdampak dalam menekan inflasi di wilayah Kabupaten Belitung,” kata Azhari.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *