19 April 2026
AA1SWz6b.jpg

Survei Kesehatan dan Ekonomi di Indonesia Mengungkap Optimisme Masyarakat

Survei Health and Economic Empowerment Asia Pacific (APAC) 2025 yang dilakukan oleh perusahaan kesehatan dan kebugaran Herbalife menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki optimisme terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka dalam 12 bulan mendatang. Dari total responden, sekitar 8 dari 10 orang atau 81 persen menyatakan keyakinan akan perbaikan kondisi finansial mereka.

Untuk mencapai tujuan tersebut, banyak responden berencana melakukan tindakan seperti mengurangi pengeluaran untuk barang non-esensial (67 persen) dan memulai usaha (47 persen). Keluarga menjadi salah satu faktor utama dalam pengambilan keputusan, dengan 76 persen responden mengakui pengaruhnya dalam merancang strategi perekonomian. Sementara itu, tujuan pribadi juga berkontribusi signifikan, dengan 66 persen responden menyebutnya sebagai motivasi utama.

Selain optimisme terhadap kesejahteraan ekonomi, survei ini juga menemukan bahwa 86 persen responden di Indonesia percaya akan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan mereka dalam waktu dekat. Lebih dari separuh (58 persen) responden merasa diberdayakan untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik. Tindakan utama yang direncanakan meliputi:

  • Meluangkan lebih banyak waktu untuk olahraga (64 persen)
  • Menghentikan kebiasaan tidak sehat (61 persen)
  • Menyiapkan makanan yang lebih sehat (45 persen)

Namun, beberapa hambatan juga diidentifikasi, antara lain kurangnya disiplin (59 persen) dan kurangnya waktu (41 persen).

Peran Pengusaha dalam Peningkatan Kesejahteraan

Director & General Manager of Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko menyampaikan bahwa survei ini menempatkan responden Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat keyakinan tertinggi di wilayah APAC. Sebanyak 58 persen responden menganggap pencapaian tujuan kesehatan relatif mudah, sementara 48 persen memiliki keyakinan ekonomi yang tinggi.

“Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, yang mencerminkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga gaya hidup sehat dan kesejahteraan,” ujarnya.

Data regional yang komprehensif juga menunjukkan bahwa pengusaha di Indonesia memiliki tingkat keyakinan kesehatan dan kesejahteraan yang jauh lebih tinggi dibandingkan non-pengusaha. Dalam survei ini, sebanyak 76 persen pengusaha merasa yakin akan peningkatan kesejahteraan mereka, sedangkan 66 persen non-pengusaha memiliki tingkat keyakinan serupa.

Dalam konteks ekonomi, 84 persen pengusaha Indonesia mengharapkan peningkatan kesejahteraan finansial dalam 12 bulan mendatang, dibandingkan 76 persen non-pengusaha. Hal ini menunjukkan bahwa pengusaha cenderung lebih optimis terhadap masa depan ekonomi mereka.

Hubungan Antara Kesehatan dan Kesejahteraan Ekonomi

Temuan survei ini juga menegaskan adanya korelasi kuat antara pemberdayaan kesehatan dan ekonomi. Individu yang merasa sangat diberdayakan untuk membuat keputusan yang meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka cenderung menunjukkan pemberdayaan kesehatan yang lebih besar.

“Hal ini mengilustrasikan bahwa keyakinan dalam pengambilan keputusan finansial sangat terkait dengan keyakinan dalam mengelola kesehatan pribadi,” kata Oktrianto.

Survei yang dilakukan pada Oktober 2025 melibatkan 8.505 responden, termasuk 2.245 pengusaha di 11 pasar, yaitu Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Hasil survei ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana masyarakat di kawasan Asia Pasifik menghadapi tantangan ekonomi dan kesehatan, serta bagaimana mereka merencanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *