Harapan Baru bagi Petani Medan Pasca-Banjir
Setelah dihantam banjir besar pada akhir 2025, ratusan hektare sawah di Kota Medan terendam lumpur. Namun kini, harapan baru mulai bersemi di atas sisa-sisa bencana tersebut. Para petani kini mendapatkan alat modern untuk memulihkan ekonomi mereka melalui modernisasi pertanian.
Pada hari Sabtu (31/1/2026), suasana di halaman Kantor UPT. BPPKP Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Medan tampak berbeda. Deru mesin dari dua unit Traktor Roda 4 dan satu unit Combine Harvester raksasa menjadi simbol dimulainya babak baru pertanian kota.
Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, saat menyerahkan bantuan tersebut menegaskan bahwa teknologi adalah kunci agar petani tidak lagi “terseok-seok” di lapangan. Menurutnya, bantuan dari pemerintah pusat ini merupakan respons nyata terhadap keluhan efisiensi kerja yang selama ini dialami petani lokal.
“Kita tidak ingin petani kita hanya bekerja keras, tapi juga harus bekerja cerdas. Dengan traktor dan mesin panen ini, waktu kerja terpangkas, hasil lebih maksimal,” ujar Zakiyuddin di hadapan para kelompok tani.
Ia juga menitipkan pesan agar alat-alat canggih tersebut dijaga layaknya aset pribadi. “Ini alat perjuangan. Manfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan kita di Medan,” tambahnya.
Bantuan untuk Pemulihan Cepat
Penyerahan bantuan ini juga menjadi momen krusial untuk “mengobati” luka akibat bencana November 2025. Plt Kepala DKP3 Medan, Ahmad Untung Lubis, membeberkan data yang cukup memprihatinkan: tercatat 301 hektare tanaman padi sawah sempat tenggelam akibat banjir tahun lalu.
Sebagai langkah pemulihan cepat, Pemko Medan menyalurkan beberapa bantuan penting:
-
7.525 Kg Benih Padi Inbrida:
Dialokasikan untuk 25 kelompok tani terdampak. -
Paket Sembako:
Sebagai jaring pengaman sosial, total 650 petani telah menerima bantuan pangan untuk menyambung hidup pasca-puso.
Rasa Haru dan Kepercayaan
Rasa haru tak terbendung dari wajah Mangatan Harahap. Mewakili rekan-rekan seprofesinya, ia mengaku alat-alat modern ini bagaikan mimpi yang jadi kenyataan. Selama ini, akses terhadap teknologi pertanian kelas berat seperti Combine Harvester dianggap barang mewah yang mustahil terbeli secara mandiri.
“Ini bentuk kasih sayang pemerintah yang nyata. Jujur, modal dari mana kami untuk beli mesin secanggih ini? Sekarang tugas kami adalah membuktikan bahwa kami bisa membalas bantuan ini dengan hasil panen yang melimpah,” pungkas Mangatan.
Tantangan dan Optimisme
Dengan hadirnya bantuan ini, Pemko Medan optimistis target produktivitas pangan tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus memitigasi risiko kerugian akibat perubahan iklim yang kian sulit ditebak.
Petani kini memiliki alat yang lebih canggih dan efisien, yang diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan memperkuat ketahanan pangan kota. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, harapan baru ini diharapkan dapat menjadi awal dari masa depan yang lebih cerah bagi para petani Medan.