22 April 2026
AA1Viddb.jpg

Pertumbuhan Signifikan Transaksi SPKLU di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

Pertumbuhan transaksi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mencatat angka yang luar biasa. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) melaporkan peningkatan sebesar 244% dalam transaksi SPKLU sepanjang tahun 2025.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menjelaskan bahwa jumlah transaksi meningkat dari 5.498 pada 2024 menjadi 18.932 transaksi pada 2025. Angka ini menunjukkan perkembangan pesat dalam era mobilitas bersih di wilayah tersebut.

Selain itu, konsumsi energi juga mengalami kenaikan signifikan. Pada 2025, konsumsi energi mencapai 468.762 kWh, naik lebih dari empat kali lipat dibandingkan dengan 109.766 kWh pada tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan transaksi SPKLU ini menunjukkan bahwa ekosistem kendaraan listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus berkembang secara positif. Hal ini juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan SPKLU PLN sebagai bagian dari dukungan transisi energi bersih,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Perkembangan Infrastruktur SPKLU

Meskipun pertumbuhan transaksi sangat pesat, jumlah SPKLU di wilayah kerja PLN UID Kaltimra hanya bertambah enam unit, dari 71 menjadi 77 unit hingga akhir 2025. Penambahan tersebut terkesan minim jika dibandingkan dengan lonjakan transaksi yang mencapai ratusan persen.

Chaliq menegaskan komitmen PLN UID Kaltimra untuk memperkuat infrastruktur pendukung. “PLN akan terus memperluas jaringan SPKLU, meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, serta menghadirkan kemudahan layanan berbasis digital melalui PLN Mobile agar masyarakat semakin nyaman beralih ke kendaraan listrik,” ujarnya.

Tren Mobilitas Berkelanjutan

Peningkatan transaksi SPKLU dipandang sebagai indikator pergeseran pola mobilitas masyarakat menuju transportasi berkelanjutan. Tren positif ini diprediksi akan terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran lingkungan dan dukungan kebijakan pemerintah dalam pengembangan energi bersih nasional.

Di sisi lain, pengalaman pengguna menunjukkan sisi positif dari transisi energi ini. M. Samsi, salah satu pengguna kendaraan listrik di Balikpapan yang beralih sejak Agustus 2025, mengungkapkan efisiensi biaya operasional sebagai daya tarik utama.

“Sejak beralih ke mobil listrik pada Agustus 2025, pengisian daya di SPKLU PLN jauh lebih hemat dibandingkan penggunaan bahan bakar kendaraan konvensional. Selain itu, proses pengisian daya yang cepat serta kemudahan layanan melalui aplikasi PLN Mobile turut mendukung mobilitas sehari-hari,” paparnya.

Kebutuhan Penambahan Infrastruktur

Samsi menyoroti perlunya penambahan infrastruktur, khususnya fast charging di wilayah Balikpapan Timur, guna mengantisipasi pertumbuhan pengguna yang terus meningkat. Dengan penambahan fasilitas tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan SPKLU dan mempercepat adopsi kendaraan listrik di wilayah tersebut.

Dalam waktu dekat, PLN UID Kaltimra berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat. Dengan demikian, transisi ke kendaraan listrik tidak hanya menjadi tren, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi tantangan lingkungan dan energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *