19 April 2026
AA1ViUFP.jpg

Aktivitas Gunung Semeru yang Terus Berlangsung

Pada hari Jumat siang, 30 Januari 2026, Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan delapan kali erupsi. Ketinggian kolom abu yang teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru mencatat bahwa erupsi pada siang hari terjadi pada pukul 11.35 WIB. Namun, secara visual, erupsi tersebut tidak terlihat karena tertutup oleh awan. Sementara itu, erupsi dengan ketinggian kolom abu 1.000 meter di atas puncak terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.52 WIB.

Menurut Pelaksana Harian Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), Edi Slameto, kolom abu yang teramati memiliki warna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah timur. Erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum sebesar 23 mm dan durasi sekitar 1 menit 48 detik. “Letusan disertai gemuruh sedang,” ujar Edi dalam keterangan tertulis yang diterima.

Data Gempa Letusan dan Embusan

Hasil pengamatan kegempaan dari Pos PGA Semeru yang berada di Lumajang sejak pagi hingga siang pukul 12.00 WIB menunjukkan adanya 24 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo antara 11-22 mm dan lama gempa berkisar antara 35-121 detik. Selain itu, tercatat dua kali gempa embusan dengan amplitudo 4-8 mm dan lama gempa 37-52 detik.

Status Aktivitas Gunung Semeru

Edi menyatakan bahwa status aktivitas Gunung Semeru masih tetap berada di level III atau Siaga. Pada tingkat aktivitas Siaga ini, PVMBG memberikan beberapa rekomendasi untuk masyarakat. Salah satunya adalah larangan melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Rekomendasi dan Peringatan

PVMBG terus memantau aktivitas Gunung Semeru secara intensif dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Dengan status Siaga, penting bagi masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran dan rekomendasi dari pihak berwenang agar dapat menghindari risiko bencana yang mungkin terjadi akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

Dalam situasi seperti ini, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bahaya yang bisa muncul kapan saja. Oleh karena itu, selalu perhatikan informasi resmi dan hindari aktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *