26 April 2026
AA1QxsxU.jpg

PT Pertamina International Shipping (PIS) terus memperkuat posisi bisnisnya di industri pelayaran dengan mengakselerasi strategi keberlanjutan sepanjang 2025. Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak signifikan dalam menekan biaya operasional serta meningkatkan daya saing armada melalui efisiensi energi dan modernisasi kapal.

Selama tahun 2025, PIS berhasil mencatat penurunan emisi karbon sebesar 116.761 ton setara CO₂ (CO₂e). Kontribusi terbesar berasal dari armada utama seperti Pertamina Prime yang menyumbang 37.596 ton CO₂e, Pertamina Pride dengan 24.969 ton CO₂e, dan Pertamina Halmahera yang berkontribusi sebesar 15.407 ton CO₂e. Penurunan ini didorong oleh strategi bisnis yang berbasis efisiensi.

Salah satu faktor utama yang mendorong pengurangan emisi adalah optimalisasi kecepatan kapal atau speed optimization. Strategi ini menjadi tulang punggung dalam pengurangan emisi, yang menyumbang sekitar 78.500 ton CO₂e atau sekitar 67% dari total penurunan emisi. Dengan mengoptimalkan kecepatan, konsumsi bahan bakar dapat dikurangi tanpa mengganggu keandalan distribusi energi.

“Efisiensi operasional dan pelayaran hijau adalah fondasi bisnis PIS ke depan,” tegas Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita dalam siaran pers, Jumat (30/1/2026).

Di luar aspek operasional, PIS juga fokus pada integrasi keberlanjutan dalam pengelolaan risiko jangka panjang. Salah satu program yang dijalankan adalah blue carbon restoration untuk menjaga ekosistem pesisir. Upaya ini mencakup penanaman 38.000 mangrove, 3.200 lamun, dan 2.635 fragmen terumbu karang. Selain itu, PIS aktif dalam konservasi laut melalui penandaan hiu paus di Kepulauan Derawan. Sejauh ini, 7 hiu paus telah ditandai dan 207 ekor dipantau dalam dua tahun terakhir, sebagai bagian dari penguatan tata kelola lingkungan maritim.

Dari sisi sumber daya manusia, PIS memandang pengembangan talenta sebagai investasi jangka panjang. Program kepemimpinan seperti Next Wave, Navigator, dan AcademySEA dirancang untuk mencetak pemimpin maritim yang berdaya saing global. Selain itu, PIS menargetkan peningkatan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan hingga 30% pada 2034 melalui komunitas PERTIWI.

PIS juga memperluas dampak sosial yang beririsan langsung dengan keberlanjutan bisnis. Program Desa Energi Berdikari telah mendorong kemandirian energi dan ekonomi di tiga wilayah terpencil sejak 2024. Sementara itu, layanan kesehatan terapung melalui kolaborasi dengan doctorSHARE di Raja Ampat telah menjangkau 4.099 penerima manfaat dalam empat bulan.

Komitmen pengurangan emisi juga menyentuh internal perusahaan. Melalui Uniform Recycling Program, 116 karyawan PIS mendaur ulang 668 seragam bekas dan berhasil menekan jejak karbon hingga 407 kilogram CO₂e.

“Keberlanjutan bukan sekadar tanggung jawab sosial, tapi strategi bisnis untuk memastikan energi tetap mengalir dan tumbuh berkelanjutan,” tutup Vega.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *