22 April 2026
IMG-20191213-WA0008.jpg

Inisiatif BNI dalam Rehabilitasi Mangrove di Banyuwangi

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kemajuan positif dalam pelaksanaan program rehabilitasi mangrove hingga akhir 2025. Salah satu inisiatif utamanya adalah Program Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang di Banyuwangi, Jawa Timur, yang bertujuan memulihkan ekosistem pesisir sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat setempat.

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI pada pilar keberlanjutan, khususnya aspek Inclusion & Resilience. Rehabilitasi difokuskan pada kawasan pesisir yang mengalami penurunan tutupan mangrove akibat abrasi pantai, alih fungsi lahan menjadi tambak, serta aktivitas penebangan liar.

Rangkaian Kegiatan Terintegrasi

Program Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang dilaksanakan sejak Agustus 2024 hingga Agustus 2027 dengan rangkaian kegiatan terintegrasi, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan mangrove secara berkelanjutan.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir. Ia menekankan bahwa BNI berkomitmen menjalankan program TJSL yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir.

Konsep Creating Shared Value (CSV)

Pelaksanaan rehabilitasi mangrove ini mengusung konsep Creating Shared Value (CSV), yang menekankan penciptaan nilai bersama antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. Program tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Darat).

Partisipasi Masyarakat Lokal

Dalam implementasinya, BNI melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Baret serta partisipasi aktif perempuan dan pemuda pesisir. Keterlibatan masyarakat lokal dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan hasil rehabilitasi sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap kawasan mangrove yang direstorasi.

Dampak Lingkungan yang Signifikan

Dari sisi lingkungan, regenerasi mangrove di Teluk Pangpang memberikan dampak signifikan, seperti mengurangi abrasi pantai, meningkatkan kualitas perairan, serta memulihkan habitat biota pesisir, termasuk kepiting soka, ikan lemuru, dan burung migrasi. Ekosistem mangrove juga berperan sebagai penyerap karbon alami yang efektif dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Penguatan Ekonomi Masyarakat

Selain aspek ekologis, BNI turut mengintegrasikan penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan kawasan eduwisata mangrove, penguatan unit pembibitan mangrove sebagai sumber pendapatan baru, serta revitalisasi infrastruktur pendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga pesisir.

Pelatihan dan Lokakarya

Untuk memperkuat kapasitas lokal, BNI juga menyelenggarakan berbagai pelatihan dan lokakarya, mulai dari teknik pembibitan dan perawatan mangrove, konservasi berbasis masyarakat, hingga pengelolaan wisata edukatif.

Komitmen Jangka Panjang

Okki menegaskan bahwa melalui rehabilitasi mangrove ini, BNI ingin memastikan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat, sehingga tercipta manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Ke depan

Ke depan, BNI menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan praktik keberlanjutan yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Program rehabilitasi mangrove di Banyuwangi menjadi salah satu wujud peran aktif BNI dalam mendukung ketahanan ekosistem pesisir serta pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *