Perpindahan Jabatan antara Thomas dan Juda Agung: Tukar Guling atau Kebutuhan Strategis?
Perubahan jabatan yang terjadi antara Thomas Djiwandono dan Juda Agung menarik perhatian publik. Thomas, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), memilih mundur dari posisi tersebut pada akhir tahun 2025. Selain itu, ia juga mengundurkan diri dari Partai Gerindra. Pada awal Januari 2026, nama Thomas mulai muncul sebagai kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Di sisi lain, Juda Agung, yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur BI, memilih untuk mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Setelah kepergian Thomas, banyak pihak mulai menyebut bahwa Juda berpotensi menggantikan posisi Thomas sebagai Wamenkeu. Hal ini memicu istilah “tukar guling” dalam perbincangan publik.
Penjelasan dari Pengamat
Menurut Wijayanto Samirin, ekonom senior dari Universitas Paramadina, jika Juda ingin menjadi wakil menteri, sebaiknya ia tidak menjabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ia menilai bahwa perpindahan Thomas ke BI sudah menjadi sorotan, apalagi jika dilakukan melalui “tukar guling”.
“Kalau saya boleh bicara dan saya tidak tahu ini didengarkan atau tidak, ini dijalankan atau tidak, kalau beliau-beliau mendengar seharusnya tukar guling itu dihindari,” ujar Wijayanto dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Kompas TV.
Ia menyarankan agar posisi Wamenkeu digantikan oleh wakil menteri dari kementerian lain. Menurutnya, hal ini akan membantu menjaga independensi BI dan menghindari kesan bahwa pemerintah lebih dominan daripada lembaga otoritas moneter.
Pandangan dari Menteri Keuangan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan adanya rencana pertukaran posisi antara Thomas dan Juda. Ia menyatakan bahwa perpindahan ini merupakan pertukaran peran yang wajar dan tidak akan mengganggu independensi BI.
Namun, Purbaya juga mengakui bahwa pengetahuan ekonomi Juda dinilai cukup baik. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo.
“Saya enggak tau (cocok jadi wamenkeu) tergantung Presiden Prabowo, tapi kalau dari pengetahuan ekonomi, dia cukup,” kata Purbaya usai bertemu dengan Juda Agung di Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Selasa (20/1/2026).
Purbaya juga mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah kandidat yang dipertimbangkan. Namun, ia mengiyakan bahwa nama Juda sempat muncul sebagai salah satu kandidat kuat.
Rencana Pelantikan dan Tugas Baru
Saat ditanya tentang waktu pelantikan, Purbaya menyebut informasi yang ia dengar mengarah ke awal Februari 2026. Ia menyebutkan bahwa ada yang bilang seharusnya Februari, sehingga pelantikan bisa dilakukan minggu depan.
Adapun pembagian tugas Wamenkeu yang baru, Purbaya mengaku belum mengetahui secara detail. Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan berbagai persoalan di Kementerian Keuangan, khususnya yang berkaitan dengan penerimaan negara.
Reaksi Publik dan Isu Tukar Guling
Isu “tukar guling” antara Thomas dan Juda menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Beberapa menganggap bahwa hal ini dapat merusak budaya birokrasi dan menciptakan kesan bahwa negara diperlakukan seperti perusahaan keluarga.
Menurut Wijayanto, jika pertukaran jabatan benar-benar terjadi, maka keputusan tersebut dianggap spontan tanpa pertimbangan matang. Ia menyarankan agar para pejabat yang terlibat dalam proses ini melakukan evaluasi dan kritik terhadap langkah-langkah yang diambil.
“[Juda] sudah mengorbankan mundur dari BI? Ya dicarikan posisi yang prestisius, tapi jangan wakil menteri keuangan karena ini namanya tukar guling. Ini buruk sekali bagi budaya birokrasi kita,” tegas Wijayanto.
Kesimpulan
Perpindahan jabatan antara Thomas dan Juda Agung telah menjadi topik perbincangan yang hangat. Meskipun beberapa pihak menilai bahwa perubahan ini wajar, banyak pengamat khawatir akan dampaknya terhadap budaya birokrasi dan independensi institusi keuangan.
Dengan segala pro dan kontra yang muncul, penting bagi pihak terkait untuk memastikan bahwa setiap keputusan diambil dengan pertimbangan matang dan transparan.