23 April 2026
AA1V2CxK.jpg

Pendekatan PNM dalam Pemberdayaan Masyarakat

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan lembaga keuangan lainnya. Sebagai sebuah institusi, PNM memprioritaskan pemberdayaan sebelum memberikan pembiayaan kepada nasabah. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap nasabah tidak hanya menerima modal tetapi juga mendapatkan pendampingan yang menyeluruh dari awal hingga bisa menjalankan usaha secara stabil dan berkembang.

Bagi PNM, pemberdayaan perempuan prasejahtera bukan sekadar program biasa, melainkan menjadi unique selling point yang membuat PNM berbeda dalam menyediakan layanan keuangan yang berdampak sosial. Komitmen tersebut terus diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya adalah Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar.

PKU Akbar: Program Pemberdayaan yang Menjangkau Banyak Peserta

PKU Akbar diselenggarakan rutin di berbagai cabang PNM di seluruh Indonesia. Terbaru, acara ini digelar di Surabaya dengan melibatkan sedikitnya 500 peserta. Pada beberapa kesempatan, jumlah peserta bahkan mencapai ribuan orang.

Dalam cakupan layanan PNM Cabang Surabaya, kegiatan ini diperkuat oleh jaringan 166 kantor unit yang terdiri atas 14 unit ULaMM dan 152 unit Mekaar. Kebanyakan dari kantor-kantor ini tersebar di 7 kabupaten/kota dan menjangkau 128 kecamatan.

Pelatihan dan Keterampilan Praktis untuk Nasabah

Nasabah yang mengikuti PKU Akbar mendapatkan berbagai pelatihan, seperti literasi keuangan, penyusunan laporan keuangan sederhana, hingga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha mereka. Semua pelatihan ini diberikan secara gratis.

Kegiatan PKU Akbar Surabaya dimulai dengan rangkaian coaching clinic interaktif. Dalam sesi sharing bersama Pendamping Usaha Mikro dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan Provinsi Jawa Timur, nasabah memperoleh pemahaman tentang legalitas usaha serta kesempatan berkonsultasi langsung untuk pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Selain itu, kelas cooking dan handycraft juga digelar secara praktik langsung.

Pengalaman Peserta PKU Akbar

Salah satu peserta yang mengikuti PKU Akbar adalah seorang pengusaha Nastar Semanggi (NAGI). Ia mengungkapkan bahwa sebelum mengikuti program ini, ia hanya fokus pada penjualan tanpa memahami cara mengurus izin atau menghitung untung-rugi dengan benar. Namun, setelah mengikuti PKU Akbar, ia merasa lebih paham dan percaya diri dalam mengembangkan usahanya.

Visi PNM dalam Pemberdayaan

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pemberdayaan adalah inti dari model bisnis PNM. Ia percaya bahwa pembiayaan akan lebih berdampak jika didahului dan disertai pendampingan yang konsisten.

“Fokus kami pada pemberdayaan perempuan prasejahtera, menjadikan PNM hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga mitra tumbuh masyarakat dalam berusaha,” ujar Dodot dalam keterangan resmi.

Ekosistem Belajar yang Menunjang Pertumbuhan

Melalui PKU Akbar, nasabah tidak hanya belajar dari para ahli, tetapi juga dari sesama pelaku usaha yang telah lebih dulu berkembang. Inilah ekosistem belajar yang membuat mereka lebih siap naik kelas.

Rangkaian kegiatan PKU Akbar juga diperkuat dengan talkshow bersama Bank Indonesia dan OJK serta bazaar yang menghadirkan 20 UMKM binaan. Acara ini membuka ruang promosi dan perluasan jejaring usaha bagi para nasabah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *