22 April 2026
AA1V2XUc.jpg



Pembukaan perdagangan hari ini Selasa (27/1/2026) menunjukkan penurunan pada Indeks Bisnis-27. Hal ini terjadi karena sikap para investor yang masih bersikap wait and see terhadap keputusan The Fed dan proses rebalancing indeks MSCI.

Pada saat pembukaan perdagangan, yang terpantau melalui aplikasi IDX mobile pukul 09.05, Indeks Bisnis-27 turun sebesar 1,17% menjadi berada di level 563,39. Mayoritas saham konstituen mengalami pelemahan. Beberapa saham yang mengalami penurunan antara lain:

  • Saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) turun sebesar 4,12% menuju level Rp26.150
  • Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mengalami penurunan sebesar 3,78% ke level Rp4.580
  • Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) juga mengalami penurunan sebesar 3,26% ke level Rp1.485

Selain itu, beberapa saham lainnya seperti:

  • Saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) melemah sebesar 2,99% ke level Rp2.270
  • Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADMR) turun 2,93% ke level Rp2.320
  • Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 2,34% ke level Rp3.760

Namun, ada beberapa saham yang bergerak di zona hijau. Contohnya:

  • Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik 1,94% ke level Rp2.630
  • Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) menguat 1,2% dan berada di level Rp1.260
  • Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 0,6% ke level Rp334

Analisis dari Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menyatakan bahwa pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan cenderung terbatas dan tertekan. Hal ini disebabkan oleh pelemahan saham-saham konglomerasi menjelang pengumuman rebalancing MSCI awal Februari 2026. Tekanan eksternal berasal dari ketidakpastian geopolitik global serta sikap wait and see pasar menjelang keputusan suku bunga The Fed pekan ini.

Dari sisi pergerakan, IHSG terutama didorong oleh saham-saham komoditas, khususnya emas, seiring dengan harga emas dunia yang menembus US$5.000 per troy ounce.

Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak sideways dengan area support di 8.922 dan resistance di 9.035.

Berdasarkan riset tim BRI Danareksa Sekuritas, di tengah ketidakpastian global, sektor komoditas, terutama emas, masih menjadi pilihan defensif utama. Investor tetap menunggu keputusan The Fed dan hasil rebalancing MSCI dengan metodologi terbaru.

Penutup

Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Dewa News tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *