Peran dan Kewajiban Fungsi Riset di Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan pentingnya menjaga independensi fungsi riset yang dilakukan oleh setiap perusahaan sekuritas anggota bursa. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya benturan kepentingan dengan emiten tertentu, sehingga rekomendasi saham yang diberikan tetap objektif dan dapat dipercaya.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 13/2025, fungsi riset pada anggota bursa harus dijalankan secara independen dan terpisah dari fungsi bisnis lainnya. Langkah ini merupakan mandat dari regulator untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan dalam penerbitan rekomendasi saham.
“Pengawasan fungsi riset pada anggota bursa dilakukan sebagai bagian dari pengawasan pengendalian internal PPE oleh OJK sebagaimana diatur dalam POJK 13/2025,” ujar Irvan dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).
Larangan Janji Keuntungan dan Prosedur Objektif
Irvan juga menegaskan bahwa perusahaan sekuritas dilarang menjanjikan keuntungan dalam bentuk apa pun kepada investor. Larangan ini mencakup jaminan atas target harga saham tertentu. Dengan demikian, setiap anggota bursa wajib memiliki prosedur tertulis yang ketat untuk memastikan hasil analisis bersifat objektif.
Selain itu, Irvan mengingatkan bahwa laporan riset hanyalah salah satu instrumen pendukung dalam pengambilan keputusan investasi. Tidak boleh dianggap sebagai jaminan mutlak.
Isu Target Harga yang Tidak Wajar
Sebelumnya, beberapa riset dari sejumlah sekuritas viral di media sosial karena memberikan target harga sangat tinggi dibandingkan fundamental emiten. Target harga yang ditetapkan terpaut ribuan persen dari nilai dasar saham.
Analis diwajibkan menyusun dan menerapkan kebijakan berkaitan dengan hasil riset agar bersifat independen. Hasil fungsi riset hanya merupakan salah satu informasi untuk mendukung keputusan investasi.
Rekomendasi untuk Investor
BEI mengimbau investor ritel untuk bersikap kritis dalam menelaah metodologi dan dasar analisis yang digunakan. Mereka perlu memastikan data yang digunakan memadai, asumsi wajar, serta mencantumkan penjelasan mengenai risiko.
Riset yang kredibel umumnya tidak hanya menonjolkan potensi keuntungan, tetapi juga mengungkapkan risiko yang mungkin dihadapi. Sebagai langkah mitigasi, investor disarankan untuk memverifikasi data melalui keterbukaan informasi resmi di situs BEI atau aplikasi IDX Mobile.
Pentingnya Literasi dan Sumber Informasi
Dengan mengombinasikan literasi, pemanfaatan sumber informasi resmi, serta kecermatan dalam menyerap berbagai hasil riset, investor diharapkan dapat mengambil keputusan investasi yang lebih objektif.
Investor perlu memahami bahwa keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan mereka sendiri. Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Dewa News tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.