27 April 2026
wartawan.jpg

Perayaan Natal dan Tahun Baru Jurnalis Papua 2026: Kekuatan Integritas dalam Narasi Kebenaran

Pada perayaan Natal dan Lepas Sambut Tahun Baru 2026, jurnalis se-Papua merayakan momen istimewa ini di Sentani dengan pesan kuat tentang pentingnya integritas dalam menjalankan profesi. Acara yang diadakan di Suni Hotel Sentani, Jayapura, menjadi ajang untuk merefleksikan peran pers sebagai pembawa berita kebenaran.

Acara dimulai dengan suasana khidmat saat Paduan Suara Fraternitas Patrum Catholicorum (FPC) Choir melantunkan lagu Transeamus dan Feliz Navidad. Kehadiran anak-anak SEKAMI Gereja Katolik Paroki Kristus Terang Dunia Waena menambah kesan hangat dalam ibadah tersebut. Ibadah dipimpin oleh Pastor Goklian Lumbangaol, OFM, yang menyampaikan pesan penting tentang tanggung jawab jurnalis dalam menyebarkan kabar baik dan kebenaran.

Pastor Goklian menegaskan bahwa profesi jurnalistik harus menjadi alat untuk menyisipkan pesan keselamatan dan kebaikan di setiap laporan publik. Ia berharap kasih Tuhan tercermin melalui integritas para wartawan dalam menyajikan fakta yang membangun kekuatan keluarga serta masyarakat luas di seluruh pelosok Papua.

“Kasih Tuhan akan menjadikan jurnalis sebagai alat untuk memberitakan kebenaran dan kabar baik dalam setiap pekerjaan,” pesan Pastor Goklian Lumbangaol.

Jurnalis senior Papua, Kris Ansaka, menilai subtema perayaan tahun ini sangat relevan dengan tanggung jawab profesi dalam menjaga kewarasan informasi di ruang digital. Ia menegaskan bahwa sudah menjadi kewajiban insan pers untuk mengabarkan dan mewartakan kebaikan yang benar, positif, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Asisten II Setda, Abdur Rahman Basri, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi pers dalam mengawal program pembangunan daerah. Integritas dan profesionalitas wartawan dianggap sebagai elemen krusial bagi pemerintah untuk menyampaikan capaian kinerja secara transparan kepada khalayak.

“Kami berharap insan pers dan media tetap menjaga integritas serta profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik di mana pun berada,” harap Abdur Rahman.

Sementara itu, Ketua Panitia Natal Jurnalis Papua 2026, Fibra Satyagraha, menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama menjadi fondasi utama kesuksesan agenda besar ini. Keunikan perayaan ini terlihat dari tradisi toleransi, di mana jurnalis Muslim dipercaya menjadi ketua panitia Natal, dan sebaliknya pada perayaan hari besar Islam.

“Semua disusun secara bersama dengan penuh kekeluargaan demi semangat kerukunan antarjurnalis,” ungkap Umi Fibra, sapaan akrabnya.

Acara semakin semarak dengan penampilan penyanyi Ochi Marisa serta hiburan komedi tunggal yang memancing gelak tawa para kuli tinta yang hadir. Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, juga turut memberikan dukungan nyata berupa hadiah utama satu unit sepeda motor untuk memotivasi semangat kerja para jurnalis.

Melalui puisi bertema persahabatan, panitia mengajak seluruh insan pers menyongsong tahun 2026 dengan optimisme baru untuk terus menjadi corong kebenaran. Natal Jurnalis Papua bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang memperkuat solidaritas pilar keempat demokrasi dalam menjaga stabilitas sosial di Bumi Cenderawasih.

Harapan besar tertumpu pada pena para jurnalis agar senantiasa melahirkan narasi damai yang menyejukkan di tengah dinamika pembangunan Papua yang terus melaju. Sinergi antara media, pemerintah, dan pemuka agama ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi positif bagi seluruh masyarakat Papua di masa depan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *