Wakil Gubernur Maluku Utara Hadiri Prosesi Pelepasan Jenazah Almarhum Maan Ismail
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, hadir dalam prosesi pelepasan jenazah almarhum Maan Ismail di Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, pada Jumat (23/1/2026). Kehadirannya menjadi bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi almarhum yang telah mengabdi selama sekitar 15 tahun sebagai pegawai Non-ASN di Badan Penghubung Maluku Utara di Jakarta.
Kehadiran Sarbin Sehe menunjukkan perhatian mendalam terhadap jajaran pegawainya. Ia hadir langsung dalam acara pelepasan jenazah yang berlangsung di rumah duka, Jl. SMP 160 No. 1. Dalam suasana takziah yang khidmat, Sarbin mewakili Pemprov Maluku Utara menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.
Ia juga menyampaikan pesan tentang hakikat kematian sebagai ketetapan Sang Pencipta. “Semua manusia akan mengalami hal yang sama (kematian), hanya waktu dan tempat yang berbeda. Itu merupakan ketentuan Allah,” ujarnya dalam rilis yang diterima redaksi.
Sarbin Sehe juga memanjatkan doa agar segala amal ibadah almarhum selama masa hidup dan pengabdiannya diterima oleh Allah SWT. Ia memberikan penguatan moril kepada keluarga yang ditinggalkan, yaitu seorang istri dan empat orang anak. Ia berharap mereka tetap sabar dan tabah menghadapi ujian ini.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Sarbin Sehe turut menyerahkan santunan uang duka kepada keluarga almarhum. Langkah ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga di masa sulit tersebut.
Setelah prosesi di rumah duka, Sarbin Sehe bersama pelayat lainnya turut mengantarkan jenazah untuk dishalatkan di Masjid Baabul Jannah, Ceger sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir.
Peran Almarhum Maan Ismail dalam Pemerintahan Daerah
Kaban Penghubung, KRNS Lestari, menambahkan bahwa almarhum Maan Ismail wafat pada usia 56 tahun. Selama belasan tahun masa tugasnya, ia dikenal sebagai sosok yang loyal dan membantu kelancaran urusan koordinasi Pemprov Maluku Utara di Ibu Kota.
“Almarhum adalah orang baik yang sangat loyal dalam bekerja. Selama belasan tahun, beliau banyak membantu kelancaran koordinasi dan urusan Pemprov Malut di Jakarta,” ungkap Lestari mengakhiri.
Beberapa hal penting yang bisa diambil dari kehadiran Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam prosesi pelepasan jenazah almarhum Maan Ismail antara lain:
- Perhatian terhadap pegawai: Kehadiran Sarbin Sehe menunjukkan bahwa pemimpin daerah peduli terhadap kesejahteraan dan kebutuhan pegawainya, bahkan dalam situasi duka.
- Penghormatan terhadap dedikasi: Almarhum Maan Ismail telah memberikan kontribusi selama bertahun-tahun, sehingga kehadiran Wakil Gubernur menjadi bentuk apresiasi atas pengabdiannya.
- Dukungan moral kepada keluarga: Sarbin Sehe tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga memberikan semangat dan keyakinan kepada keluarga almarhum agar tetap kuat dalam menghadapi kesedihan.
- Pemenuhan tanggung jawab kepemimpinan: Dengan hadir dalam prosesi pelepasan jenazah, Wakil Gubernur menunjukkan bahwa ia menjalankan perannya sebagai pemimpin dengan penuh tanggung jawab dan empati.
Prosesi pelepasan jenazah almarhum Maan Ismail menjadi momen yang penuh makna, baik bagi keluarga, rekan kerja, maupun masyarakat luas. Keberadaan Wakil Gubernur Sarbin Sehe menegaskan bahwa pengabdian dan dedikasi seseorang akan selalu dihargai, bahkan setelah ia meninggal dunia.