23 April 2026
AA1UcmEZ.jpg

Harapan Terakhir Indonesia di M7 World Championship

Alter Ego Esports kini menjadi satu-satunya harapan Indonesia di ajang M7 World Championship setelah ONIC Esports resmi tersingkir dari turnamen. Tim berjuluk Landak Kuning harus angkat koper usai menelan kekalahan 1-3 dari Team Liquid PH di babak play-off. Hasil tersebut memastikan bahwa Indonesia hanya menyisakan satu wakil di panggung dunia Mobile Legends tahun ini. Alter Ego pun dituntut tampil sempurna saat menghadapi Team Spirit dalam laga hidup-mati berikutnya.

Langkah ONIC terhenti setelah gagal membendung dominasi Team Liquid PH di lower bracket putaran pertama. Meski sempat mencuri satu game dan memberikan perlawanan, ONIC akhirnya tak mampu keluar dari tekanan dan harus mengakhiri perjalanan mereka di M7. Kekalahan tersebut juga memperpanjang catatan pahit ONIC di ajang M-Series. Hingga kini, ONIC telah tampil empat kali di M-Series (M3, M4, M5, dan M7), namun belum mampu mengangkat trofi juara.

Dari keempat partisipasi tersebut, M5 World Championship menjadi yang paling berkesan. Saat itu, ONIC sukses melaju ke grand final, meski harus mengakui keunggulan AP Bren dengan skor tipis 3-4. Dengan tersingkirnya ONIC, seluruh harapan Indonesia kini berada di pundak Alter Ego Esports.

Namun perjuangan Alter Ego juga tidak mudah. AE hanya memiliki satu nyawa tersisa setelah sebelumnya tumbang 1-3 dari Aurora Gaming PH di upper bracket pada Rabu (21/1/2026). Di lower bracket, Alter Ego akan menghadapi tantangan berat dari wakil Eropa, Team Spirit, tim yang dikenal disiplin, solid dalam team fight, dan jarang melakukan kesalahan fatal.

Jadwal Alter Ego vs Team Spirit

Pertandingan ini menjadi laga krusial yang akan menentukan nasib Alter Ego sekaligus menjaga asa Indonesia tetap hidup di M7 World Championship.

Pertandingan: Alter Ego vs Team Spirit

Ajang: M7 World Championship

Babak: Lower Bracket Perempat Final

Format: Best of Five (Bo5)

Waktu: Jumat, 23 Januari 2026, pukul 19.00 WIB

Tempat: Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Live: YouTube MPL Indonesia

Keunggulan Taktik Alter Ego

Meski berada di ujung tanduk, Alter Ego tetap memiliki modal penting, terutama dari sisi strategi draft. Di bawah arahan pelatih Xepher, Alter Ego tampil dengan pendekatan taktis yang berbeda dari kebanyakan tim. Salah satu inovasi paling mencolok adalah fleksibilitas Gold Lane.

Jika selama ini Gold Lane identik dengan marksman sebagai sumber damage utama, Xepher justru mematahkan pola tersebut. Ia berani menjadikan Gold Lane sebagai peran situasional, menyesuaikan kebutuhan draft dan karakter lawan. Dalam beberapa laga, Alter Ego bahkan menempatkan hero non-marksman di Gold Lane dengan tujuan menciptakan tekanan sejak early game, mempercepat rotasi, serta membuka ruang bagi core lain berkembang lebih optimal.

Pendekatan ini membuat permainan Alter Ego sulit ditebak. Lawan kerap salah membaca arah permainan karena mengira Gold Lane akan bermain pasif, padahal justru menjadi titik agresi utama. Di M7, Xepher sempat menurunkan Freya sebagai Gold Lane yang dimainkan Arfy saat menghadapi Aurora Gaming Turki dan Yangon Galacticos.

Menariknya, Arfy tidak diposisikan sebagai damage dealer utama. Ia justru berperan sebagai penerobos lini belakang, peran yang biasanya dijalankan oleh EXP Lane. Sebaliknya, Nino yang mengisi EXP Lane justru menjadi sumber damage utama Alter Ego. Skema tak lazim ini membuat ritme permainan Alter Ego semakin sulit diprediksi dan menjadi bukti bahwa AE tidak hanya mengandalkan mekanik individu, tetapi juga kecerdasan taktik yang mampu membalikkan logika permainan Mobile Legends modern.

Bahkan pelatih ONIC, Adi yang sempat diturunkan Alter Ego ke lower bracket memuji kejeniusan Xepher dalam draft pick hero. “Xepher di internasional terlalu strong, buktinya mulus lolosnya. Jadinya susah baca pergerakannya,” kata Adi dikutip dari EsportsID.

Kini, Alter Ego tak hanya bermain untuk diri sendiri, tetapi juga membawa beban harapan seluruh penggemar MLBB Indonesia. Kemenangan atas Team Spirit akan membuka jalan bagi Alter Ego untuk melangkah lebih jauh dan menjaga mimpi Indonesia tetap menyala di M7 World Championship.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *