23 April 2026
Screenshot_20240416_175739_Gallery-2308298557.jpg

Wisatawan Membanjiri Pasar Slumpring Saat Libur Isra Miraj

Pasar Slumpring, yang berlokasi di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, menjadi salah satu destinasi wisata populer selama libur panjang peringatan Isra Miraj. Pada Minggu (18/1/2026), tempat ini diserbu oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Menurut Pengelola Pasar Slumpring, Abdul Khayi, jumlah pengunjung biasanya meningkat tajam saat momen libur panjang. Pada hari biasa, pengunjung rata-rata hanya mencapai ratusan orang, namun selama libur panjang, angkanya bisa mencapai kisaran 1.000 orang per hari.

“Untuk musim libur panjang seperti Isra Miraj, rata-rata jumlah pengunjung mencapai 1.000 orang per hari karena Pasar Slumpring hanya buka setiap hari Minggu,” ujar Abdul Khayi.

Wisatawan yang berkunjung ke Pasar Slumpring tidak hanya berasal dari wilayah Tegal dan sekitarnya, tetapi juga dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Purwokerto, dan Bekasi. Mereka datang untuk menikmati berbagai wahana dan jajanan tradisional yang tersedia.

Salah satu hal unik yang membuat Pasar Slumpring menarik adalah sistem pembayaran menggunakan koin bambu. Setiap pengunjung harus menukar uang tunai atau non-tunai melalui QRIS dengan koin bambu yang bernilai Rp2.500 per koin. Hal ini memberikan sensasi berbeda dibandingkan dengan pasar-pasar modern lainnya.

Beragam Wahana dan Aktivitas di Pasar Slumpring

Selain jajanan tradisional, Pasar Slumpring juga menyediakan berbagai wahana hiburan yang cocok untuk semua usia. Salah satu wahana yang paling diminati adalah Tuk Mudal, yang bisa digunakan untuk bermain air, berenang, dan menaiki sepeda bebek air.

Tidak hanya itu, ada juga wahana baru bernama Flying Fox yang lintasannya terletak tepat di atas Tuk Mudal. Wahana ini dapat digunakan oleh pengunjung dengan berat badan maksimal 90 kilogram. Selain itu, terdapat permainan tradisional, spot foto, dan area mewarnai untuk anak-anak.

Biaya masuk ke Pasar Slumpring adalah Rp5 ribu per orang. Sementara itu, biaya parkir kendaraan sepeda motor dan mobil masing-masing Rp5 ribu dan Rp10 ribu. Untuk penggunaan sepeda bebek air, pengunjung harus membayar sewa sebesar Rp20 ribu, serta biaya Flying Fox sebesar delapan koin atau setara Rp20 ribu per orang.

Pengalaman Wisatawan Asal Bekasi

Hastuti Ningtyas, pengunjung asal Bekasi, memilih Pasar Slumpring sebagai tempat berlibur karena penasaran dengan aneka jajanan tradisional yang tersedia. Pertama kali mengunjungi tempat ini, Hastuti langsung terkesan dengan suasana yang rindang dan dipenuhi tanaman bambu yang menjulang tinggi.

Di lokasi, ia diarahkan untuk menukar uang dengan koin bambu terlebih dahulu. Awalnya, ia menukar uang sebesar Rp100 ribu dengan koin bambu, lalu langsung membeli berbagai jajanan yang tersedia. Ia mengaku kagum dengan rasa dan variasi jajanan yang sangat menggugah selera.

Berwisata bersama keluarga, Hastuti merasa senang dan menikmati liburannya meskipun lokasi Pasar Slumpring cukup terpencil. Menurutnya, suasana yang nyaman dan bersih, serta kolam air yang jernih, membuat tempat ini menjadi pilihan yang menarik.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *