21 April 2026
AA1UEx7g.jpg



PT Mitra Stania Prima (MSP) menunjukkan komitmen kuatnya dalam menerapkan praktik pertambangan timah yang berlandaskan Kaidah Pertambangan yang Baik (Good Mining Practice/GMP) serta prinsip keberlanjutan lingkungan. Penerapan GMP menjadi standar operasional perusahaan untuk memastikan kegiatan pertambangan berjalan aman, efisien, dan bertanggung jawab. Prinsip ini mencakup aspek keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, hingga hubungan sosial dengan masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Keberlanjutan lingkungan menjadi fokus utama dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem, mengelola sumber daya alam secara bijaksana, serta memastikan pemulihan lingkungan pascatambang tetap optimal. Direktur Operasional MSP An Sudarno menjelaskan bahwa kedua prinsip tersebut saling terkait dan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan praktik pertambangan yang berkelanjutan.

Dalam pengelolaan air limbah, MSP menerapkan sistem sirkulasi tertutup. Air limbah diolah melalui Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) untuk kemudian dimanfaatkan kembali dalam proses produksi. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya air sekaligus meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan.

Dari sisi pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), perseroan melakukan pengurangan timbulan limbah melalui penerapan elektrifikasi dalam kegiatan operasional. Adapun limbah B3 yang masih dihasilkan dikelola sesuai ketentuan dengan menggandeng pihak ketiga berizin, berdasarkan rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan.

MSP juga menjalankan pengelolaan limbah padat dan sampah secara berkelanjutan. Sampah organik diolah menjadi kompos, sampah plastik dimanfaatkan menjadi ecobrik, sementara limbah kaleng aluminium digunakan kembali dalam proses pemurnian. Untuk sampah residu yang tidak dapat diolah, MSP bekerja sama dengan pihak ketiga berizin serta didukung Dinas Lingkungan Hidup kabupaten setempat.

Selain itu, upaya efisiensi energi dan penurunan emisi juga menjadi fokus perseroan. MSP secara bertahap menggantikan penggunaan bahan bakar solar dengan energi listrik yang bersumber dari energi bersih terbarukan milik PLN. Komitmen ini diperkuat melalui kerja sama penggunaan listrik hijau serta kepemilikan Sertifikat Energi Terbarukan (Renewable Energy Certificate/REC) dari PLN.

Penerapan prinsip-prinsip ini menunjukkan bahwa MSP tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada tanggung jawab lingkungan dan sosial. Dengan pendekatan yang terencana dan berkelanjutan, perusahaan berupaya menciptakan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana industri pertambangan dapat berjalan secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan keberlanjutan alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *