19 April 2026
AA1UxbbS.jpg

Lautan Mencatat Rekor Penyerapan Panas Tertinggi dalam Sejarah

Pada tahun 2025, lautan dunia mencatat tingkat penyerapan panas tertinggi sepanjang sejarah pengamatan modern. Angka ini menunjukkan bahwa wilayah perairan ini menyimpan energi ekstra yang setara dengan ledakan 12 bom Hiroshima setiap detik sepanjang tahun. Data ini diperoleh dari analisis ilmiah internasional terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Advances in Atmospheric Sciences.

Untuk mengukur kandungan panas di laut, para peneliti melakukan observasi melalui satelit dan pengukuran langsung (in-situ) yang diambil dari lembaga riset besar seperti NOAA (Amerika Serikat), Copernicus Climate Change Service (Uni Eropa), dan Chinese Academy of Sciences. Hasilnya menunjukkan bahwa lautan menyerap sekitar 23 zettajoule panas tambahan pada 2025, menjadi rekor kesembilan berturut-turut sejak pengukuran dimulai pada 1960-an.

Satu zettajoule setara dengan 1 triliun miliar joule. John Abraham, insinyur mekanik di Universitas St. Thomas dan salah satu penulis studi tersebut, menyebut tahun lalu sebagai “tahun pemanasan global yang gila dan tidak masuk akal.”

Menurut Abraham, jumlah 23 zettajoule dalam satu tahun setara dengan energi 12 bom Hiroshima yang meledak di lautan setiap detik. Peningkatan ini jauh lebih signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 16 zettajoule.

Wilayah Laut yang Paling Panas

Beberapa area laut yang terpanas pada 2025 antara lain:

  • Atlantik tropis dan Selatan
  • Laut Mediterania
  • Samudra Hindia Utara
  • Samudra Selatan

Para peneliti menjelaskan bahwa samudra di dunia menyerap lebih dari 90% panas berlebih yang terperangkap di atmosfer Bumi akibat emisi gas rumah kaca. Akumulasi panas ini memengaruhi suhu laut, yang selanjutnya memengaruhi frekuensi dan intensitas gelombang panas laut, sirkulasi atmosfer, serta pola curah hujan global.

“Hasil penelitian ini memberikan bukti langsung bahwa sistem iklim berada di luar keseimbangan termal dan mengakumulasi panas,” tulis para ilmuwan dalam penelitian ini.

Dampak Panas Laut pada Sistem Bumi

Samudra yang lebih panas dikatakan mendukung peningkatan curah hujan global dan memicu badai tropis yang lebih ekstrem. Dalam setahun terakhir, suhu global yang lebih hangat kemungkinan bertanggung jawab atas beberapa peristiwa cuaca ekstrem, seperti:

  • Dampak buruk Badai Melissa di Jamaika dan Kuba
  • Hujan monsun lebat di Pakistan
  • Banjir parah di Lembah Mississippi Tengah

“Panas laut terus memberikan dampak yang mendalam pada sistem Bumi,” ujar Abraham.

Peran Lautan dalam Perubahan Iklim

Lautan berperan penting dalam mengatur iklim global. Dengan meningkatnya suhu laut, dampak terhadap lingkungan dan masyarakat semakin nyata. Fenomena seperti peningkatan intensitas badai, perubahan pola curah hujan, dan peningkatan frekuensi gelombang panas laut menjadi indikator jelas bahwa perubahan iklim sedang berlangsung secara cepat dan signifikan.

Para ilmuwan menekankan bahwa data yang diperoleh dari pengamatan lautan sangat penting untuk memahami dinamika iklim jangka panjang. Dengan terus meningkatnya penyerapan panas oleh lautan, diperlukan tindakan global yang lebih agresif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperlambat laju pemanasan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *