Film Pendek “Alya dan Dermaga Mimpinya” Menginspirasi Generasi Muda Maluku Utara
Universitas Terbuka (UT) Ternate menghadirkan film pendek berjudul “Alya dan Dermaga Mimpinya” sebagai bentuk promosi sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Film ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan layanan UT, tetapi juga menyampaikan pesan inspiratif bahwa pendidikan tinggi bisa diakses oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang ekonomi atau kondisi geografis.
Film ini menceritakan kisah Alya, seorang anak nelayan yang memiliki mimpi besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Di tengah kesibukan menjaga warung dan membantu ayahnya melaut, Alya tetap memendam keinginan kuat untuk berkuliah. Namun, keterbatasan ekonomi dan waktu yang tidak fleksibel menjadi tantangan utama yang hampir memadamkan mimpinya.
Peran Alya dalam film ini diperankan oleh Denada, mahasiswi Universitas Terbuka Ternate dari Program Studi Ilmu Perpustakaan. Sementara itu, karakter Fitri—sahabat Alya yang selalu memberi dukungan—diperankan oleh Risma. Ibu Alya dimainkan oleh Veronica, sedangkan ayah Alya diperankan oleh Abdi, yang digambarkan sebagai nelayan sederhana yang menjadi tulang punggung keluarga.
Film pendek ini mengambil lokasi eksotis di Kota Ternate, Maluku Utara, seperti Kelurahan Takome, kawasan Tolire, Pantai Takome, hingga Pulau Tareba. Pemilihan lokasi tersebut tidak hanya memperkuat visual cerita, tetapi juga merepresentasikan kehidupan pesisir serta realitas sosial masyarakat Maluku Utara yang lekat dengan perjuangan, kerja keras, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Kisah Alya menunjukkan bagaimana semangat dan ketekunan dapat mengubah keadaan. Dukungan dari sahabatnya, Fitri, membuat Alya merasa bahwa mimpinya tidak terlalu jauh untuk dicapai. Meski sempat merasa sedih karena menganggap mimpinya sulit untuk digapai, Alya tidak pernah menyerah.
Harapan itu akhirnya muncul ketika Universitas Terbuka hadir sebagai solusi di tengah keterbatasan yang ia hadapi. Sistem pembelajaran jarak jauh dengan waktu yang fleksibel, biaya pendidikan yang terjangkau, serta kualitas sertifikasi yang diakui, membuat Alya kembali yakin untuk mengejar masa depan yang lebih baik.

Melalui UT Ternate, Alya melihat bahwa mimpi yang sebelumnya terasa mustahil kini dapat diwujudkan. Universitas Terbuka menjadi jembatan bagi Alya dan generasi muda Maluku Utara untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan tanggung jawab keluarga dan pekerjaan.

Film pendek ini tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga pesan inspiratif bahwa pendidikan tinggi dapat diakses oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun kondisi geografis. Melalui kisah Alya, film ini menegaskan bahwa mimpi dapat tumbuh di mana saja, termasuk dari dermaga kecil di ujung timur Indonesia.

Universitas Terbuka Ternate menegaskan komitmennya untuk terus hadir di setiap langkah anak-anak Maluku Utara dalam menggapai mimpi dan masa depan yang lebih cerah. Dengan inovasi dan program yang relevan, UT Ternate menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pendidikan tinggi tanpa mengorbankan tanggung jawab sehari-hari.