21 April 2026
gempa-Sukabumi-Rabu-sore-6122023.jpg

Gempa Bumi di Jawa Barat, Berbagai Wilayah Terkena Dampak

Pada hari Kamis (8/1/2026) malam, wilayah Sukabumi, Jawa Barat, kembali diguncang oleh gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 2,2. Pusat gempa terletak di darat, sejauh 47 km Tenggara Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman sekitar 21 km. Informasi ini diperoleh dari akun resmi BMKG Wilayah II di platform X (@bmkgwilayah2), yang menyampaikan detail lengkap mengenai gempa tersebut.

Sebelumnya, pada Rabu (7/1/2026) malam hingga Kamis pagi, beberapa wilayah di Jawa Barat juga mengalami gempa bumi. Hal ini mencakup wilayah Tasikmalaya, Garut, Bandung, Pangandaran, dan Sukabumi. Setiap gempa memiliki karakteristik berbeda dalam hal kekuatan, lokasi, dan kedalaman.

Daftar Gempa Bumi di Jawa Barat

  • Tasikmalaya

    Pada pukul 22.12 WIB, gempa bumi dengan magnitudo 2,1 terjadi. Pusat gempa berada di darat, sejauh 20 km Tenggara Kabupaten Tasikmalaya, dengan kedalaman 118 km.

  • Garut

    Gempa bumi dengan magnitudo 1,9 terjadi pada pukul 22.53 WIB. Pusat gempa berada di laut, sejauh 91 km Barat Daya Kabupaten Garut, dengan kedalaman 35 km.

  • Bandung

    Pada dini hari, gempa bumi dengan magnitudo 1,3 terjadi. Lokasi gempa berada di darat, sejauh 49 km Selatan Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 39 km.

  • Pangandaran

    Pada pukul 05.56 WIB, gempa bumi dengan magnitudo 2,4 terjadi. Pusat gempa berada di laut, sejauh 97 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 22 km.

  • Sukabumi

    Sebelumnya, pada pagi hari, gempa bumi dengan magnitudo 2,7 terjadi. Pusat gempa berada di laut, sejauh 126 km Selatan Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 17 km.

  • Sukabumi (Siang Hari)

    Pada siang hari, Rabu (7/1/2026), gempa bumi dengan magnitudo 3,1 terjadi. Pusat gempa berada di laut, sejauh 212 km Selatan Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 10 km.

Skala Gempa MMI

BMKG memberikan informasi tentang skala intensitas gempa berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Berikut penjelasannya:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Tindakan Saat Gempa Terjadi

Berdasarkan rekomendasi BMKG, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan saat gempa terjadi:

  1. Tetap tenang

    Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

  2. Di dalam rumah

    Jika sedang berada di dalam penginapan, carilah meja sebagai tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau papan.

  3. Di luar ruangan

    Jika sedang berada di luar ruangan, segera menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dan jangan melakukan apapun karena bisa terjadi gempa susulan.

  4. Di kerumunan

    Jika sedang berada di kerumunan, perhatikan arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

  5. Di gunung atau dataran tinggi

    Jika sedang berada di gunung, segera bergerak ke daerah lapang untuk berlindung. Hindari daerah dekat lereng karena berisiko longsor.

  6. Di laut

    Jika gempa terjadi di bawah laut, waspada terhadap kemungkinan tsunami. Segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di dalam kendaraan

    Jika sedang berkendara, pegang erat agar tidak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan jangan meninggalkan kendaraan sebelum kondisi membaik.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *