19 April 2026
fakta.jpg

Peran Laut sebagai Pabrik Oksigen Terbesar di Bumi

Selama ini, hutan sering dianggap sebagai paru-paru dunia karena perannya dalam produksi oksigen dan penyerapan karbon dioksida. Namun, fakta ilmiah terbaru menunjukkan bahwa sumber oksigen terbesar di Bumi tidak berasal dari pohon di daratan, melainkan dari organisme kecil yang hidup di perairan laut.

Para ilmuwan menyatakan bahwa fitoplankton, mikroorganisme laut yang sangat kecil dan hidup melayang di permukaan laut, berperan sebagai penyumbang utama oksigen di planet ini. Fitoplankton melakukan proses fotosintesis, yaitu mengubah energi matahari dan karbon dioksida menjadi oksigen, sama seperti yang dilakukan oleh tumbuhan di daratan.

Menurut data dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), lautan menghasilkan sekitar 50 persen atau lebih dari total oksigen di Bumi, terutama melalui fitoplankton dan organisme fotosintetik laut lainnya. Hal ini berarti bahwa oksigen yang kita hirup setiap hari sebagian besar berasal dari aktivitas makhluk-makhluk mikroskopis itu, bukan hanya dari hutan saja.

Lebih jauh lagi, penelitian menunjukkan bahwa salah satu organisme fotosintetik terkecil di lautan, Prochlorococcus, menyumbangkan hingga sekitar 20 persen oksigen biosfer global. Organisme ini bahkan lebih kecil dari sel fitoplankton biasa, namun keberadaannya sangat luas di zona permukaan laut yang mendapat sinar matahari.

Pada saat yang sama, kontribusi pohon dan vegetasi daratan terhadap oksigen global memang tidak bisa diabaikan. Pohon tetap menghasilkan oksigen serta menyerap karbon dioksida, sehingga penting dalam menjaga keseimbangan atmosfer. Namun, persentase oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan darat diperkirakan jauh lebih rendah, sekitar 20 persen saja jika dibandingkan dengan produksi dari fitoplankton laut.

Fitoplankton berada di zona fotik laut, lapisan permukaan yang masih mendapatkan sinar matahari. Di sana mereka melakukan fotosintesis secara terus menerus, bahkan di berbagai wilayah laut dari tropis hingga kutub. Hal ini karena lautan menutupi sekitar 70 persen luas permukaan Bumi, jauh lebih besar dibanding daratan, sehingga kapasitas produksi oksigen oleh organisme laut menjadi sangat besar.

Peran Fitoplankton dalam Ekosistem Laut

Pakar ekologi laut menekankan bahwa fitoplankton bukan hanya menyuplai oksigen, tetapi juga menjadi dasar rantai makanan laut. Ketika fitoplankton tumbuh subur, mereka menyediakan sumber makanan bagi zooplankton, ikan, dan beragam makhluk laut lainnya yang kemudian mendukung seluruh ekosistem laut.

Meski demikian, para ilmuwan juga memperingatkan bahwa perubahan iklim dan pemanasan laut dapat mengancam komunitas fitoplankton. Penelitian terbaru memperlihatkan bahwa spesies tertentu seperti Prochlorococcus dapat mengalami penurunan jumlah akibat meningkatnya suhu permukaan laut. Jika fitoplankton terganggu, maka hal ini bukan hanya berdampak pada produksi oksigen, tetapi juga keseimbangan ekosistem laut global.

Pentingnya Melindungi Laut dan Hutan

Dengan demikian, gambaran umum tentang paru-paru dunia perlu diperluas. Hutan tetap penting untuk kualitas udara dan penyerapan karbon, tetapi laut dengan fitoplanktonnya adalah pabrik oksigen terbesar di planet ini. Pemahaman ini semakin menggarisbawahi perlunya menjaga kesehatan lautan selain melestarikan hutan demi mendukung kehidupan di Bumi secara berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *