19 April 2026
AA1THx2e.jpg

Kondisi PSM Makassar yang Memprihatinkan

PSM Makassar kini berada dalam situasi yang cukup mengkhawatirkan. Jika hasil buruk terus berlanjut dalam beberapa pertandingan mendatang, bukan tidak mungkin klub ini akan terlempar ke zona degradasi dalam kompetisi Super League 2025/2026.

Saat ini, PSM menempati posisi kesepuluh klasemen sementara dengan koleksi 19 poin dari 16 pertandingan yang telah mereka jalani. Angka ini hanya terpaut sembilan poin dari zona degradasi. Hal ini menunjukkan bahwa tim masih memiliki peluang untuk bangkit, tetapi juga membutuhkan perbaikan yang signifikan.

Selain itu, kekalahan atas Borneo FC telah memperlebar jarak antara PSM dan pemuncak klasemen. Saat ini, PSM dan Borneo FC terpaut 18 poin, yang jauh lebih besar dibandingkan jarak dengan zona degradasi.

Tanggung Jawab untuk Bangkit

Sekretaris Jenderal Red Gank, Sadakati Sukma, menilai bahwa PSM harus segera bangkit dari kondisi saat ini. Mereka tidak boleh lagi membuang poin karena kurang siap menghadapi lawan-lawannya.

“Memang sudah harus bangkit, jangan kehilangan poin lagi kalau mau bersaing. Ini dari empat pertandingan saja kita cuma dapat satu poin, membuang 11 poin. Kalau kalah lagi, akan lebih jauh jarak poinnya,” ujar Sadakati.

Meski pelatih telah menurunkan target finish di lima besar, hal tersebut akan sulit dicapai jika tidak diimbangi dengan perolehan poin yang konsisten. Mengingat, klub-klub lain mulai berbenah dan perlahan membaik.

“Lima besar, sih, boleh saja menjadi target, tetapi harus realistis juga. Jangan sampai setelah turun dari tiga besar ke lima besar, nanti turun lagi. Jadi harus dipacu semangat para pemain untuk bisa mendulang hasil lebih baik ke depannya,” harapnya.

Tantangan Pelatih PSM Makassar

Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, sendiri telah mengakui bahwa timnya kesulitan untuk menampilkan performa terbaik. Termasuk kala bertandang ke markas Borneo FC.

Menurutnya, tim asuhannya tidak bermain bagus secara konsisten. Artinya, konsistensi permainan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.

“Kami kesulitan bermain di level terbaik selama 90 menit. Kami tidak bisa bermain bagus secara konsisten. Saat melawan Malut dan Persib hal ini juga terjadi, lawan Borneo kami punya dua sampai tiga peluang gol, namun kami tidak menyelesaikan dengan baik,” kata dia.

Juru taktik berpaspor Republik Ceko itu juga menyampaikan bahwa evaluasi memang menjadi hal paling krusial untuk segera dituntaskan. Sebab jika tidak, dampaknya akan buruk untuk tim dan semua pihak yang terlibat dalam proyek musim ini.

“Evaluasi tentu penting, karena kami sudah kalah tiga kali berturut-turut. Ini tentu tidak bagus untuk semuanya, tidak bagus untuk pemain, tidak bagus untuk owner, tidak bagus untuk suporter, dan tidak bagus juga untuk pelatih,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *