22 April 2026
AA1SBiBx.jpg

Kenaikan Harga Emas di Awal Tahun 2026

Pada awal tahun 2026, harga emas dunia kembali mengalami peningkatan. Penguatan ini terjadi karena meningkatnya ketidakpastian global yang memengaruhi pasar keuangan. Berdasarkan data dari Trading Economics, pada Jumat (2/1/2026), harga emas naik sebesar 0,28% menjadi US$ 4.360 per ons troi. Ini merupakan awal yang kuat bagi emas setelah mencatatkan kinerja tahunan terbaik dalam lebih dari empat dekade.

Menurut analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, penguatan harga emas di awal tahun ini dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah aksi bargain hunting atau pembelian saat harga turun. Selain itu, meningkatnya tensi geopolitik, khususnya di Laut China Selatan, juga berkontribusi terhadap kenaikan harga emas.

Lukman menjelaskan bahwa ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed juga turut memengaruhi harga emas. Sebagai aset lindung nilai, emas sering kali menjadi pilihan investor ketika ada ketidakpastian ekonomi atau politik.

Prospek Emas Tahun 2026

Lukman meyakini bahwa prospek emas pada tahun 2026 masih cenderung positif. Faktor-faktor seperti situasi geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat akan tetap menjadi sentimen utama. Selain itu, antisipasi investor terhadap potensi pecahnya gelembung AI di pasar ekuitas bisa menjadi faktor tambahan yang mendorong permintaan aset lindung nilai.

Ia memperkirakan bahwa harga emas pada kuartal pertama 2026 akan bergerak di kisaran US$ 4.300–US$ 4.600 per ons troi. Peluang untuk melanjutkan kenaikan hingga mendekati level US$ 5.000 pada akhir tahun juga sangat mungkin terjadi.

Pengamatan dari Ekonom

Sementara itu, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa eskalasi konflik geopolitik global dapat mendorong harga emas naik lebih lanjut pada kuartal pertama 2026.

Ibrahim menyoroti meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina, yang kembali memanas. Serangan drone dan respons militer lanjutan telah memperbesar ketidakpastian di kawasan Timur Tengah dan Eropa. Hal ini memengaruhi stabilitas pasar dan membuat investor mencari aset yang lebih aman.

Selain itu, ketegangan di Amerika Latin juga menjadi perhatian. Keterlibatan Amerika Serikat di Venezuela dinilai menambah risiko geopolitik global. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga energi dan inflasi, sehingga mendorong investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai.

Prediksi Harga Emas

Dalam kondisi tersebut, harga emas dunia dinilai memiliki peluang besar untuk menembus level psikologis US$ 5.000 per ons troi pada kuartal pertama tahun ini. Ibrahim menyatakan bahwa jika terjadi perang atau konflik yang lebih besar, harga emas bisa langsung melonjak ke tingkat US$ 5.000-an.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi aset yang diminati oleh investor, terutama dalam situasi ketidakpastian global. Dengan berbagai faktor yang memengaruhi harga, emas terus menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin melindungi portofolio dari risiko ekonomi dan politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *