21 April 2026
AA1TopKt.jpg

Progres Pembangunan Hunian Danantara untuk Korban Bencana Banjir Sumatra

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani melaporkan perkembangan pembangunan Hunian Danantara (huntara) yang ditujukan bagi korban bencana banjir di Sumatra kepada Presiden Prabowo Subianto. Proyek ini berfokus pada pembangunan hunian sementara di tiga provinsi, dengan Aceh sebagai lokasi awal.

Penyerahan perdana hunian sementara akan dilakukan pada 8 Januari 2026 di Kabupaten Aceh Tamiang. Rosan menjelaskan bahwa sebanyak 600 unit hunian akan diserahkan kepada pemerintah daerah. Ia menyampaikan hal tersebut saat Presiden Prabowo mengunjungi lokasi pembangunan rumah hunian Danantara di Aceh Tamiang.

Selain unit hunian, Danantara juga memastikan kawasan tersebut dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti taman bermain, jaringan WiFi, musala, 14 unit dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi. Fasilitas-fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir.

Rosan menambahkan bahwa target total pembangunan hunian adalah sebanyak 15.000 unit dalam waktu tiga bulan ke depan. Pembagian unit hunian tersebut tersebar di tiga provinsi terdampak banjir dan tanah longsor, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Secara rinci, Provinsi Aceh akan mendapatkan sekitar 12.000 unit, wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah di Sumatra Utara sekitar 2.000 unit, serta Sumatra Barat sebanyak 500 unit. Hunian sementara dibangun di atas lahan milik Perkebunan Nusantara (PTPN) yang telah melalui proses pembersihan lahan.

Setiap unit hunian memiliki ukuran yang relatif seragam dengan luas sekitar 4,5 x 4,5 meter atau kurang lebih 22 meter persegi per unit. Desain ini dirancang agar sesuai dengan standar hunian layak.

Dalam hal tenaga kerja, proyek ini melibatkan ribuan pekerja dari berbagai BUMN karya. Rosan menjelaskan bahwa jumlah pekerja mencapai 1.635 orang, termasuk pekerja dari BUMN karya seperti Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, PP, dan Adhi Karya.

Selain hunian sementara, Danantara juga menyiapkan pembangunan hunian tetap di lokasi yang berdekatan dengan luas sekitar 3 hektare. Kawasan hunian sementara yang saat ini dibangun memiliki luas 5,8 hektare dan masih berpotensi diperluas hingga mencapai 13 hektare.

Rosan menegaskan bahwa pembangunan Hunian Danantara merupakan hasil sinergi seluruh BUMN dengan pendanaan yang bersumber dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dana yang dialokasikan sebesar Rp1 triliun, dan saat ini sudah digunakan sekitar Rp655 miliar untuk pembangunan rumah dan bahan-bahan lainnya.

Dia menambahkan bahwa dana tersebut akan terus dioptimalkan untuk mempercepat pembangunan hunian yang layak bagi masyarakat. Ke depan, Danantara menyatakan kesiapan untuk memperluas kontribusi dengan menyesuaikan sistem yang berlaku di daerah, khususnya di Aceh.

Pada intinya, Danantara siap berpartisipasi secara lebih besar lagi dengan menganut sistem yang berada di Aceh, yaitu sistem syariah. Hal ini juga sesuai dengan arah dan petunjuk serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BNPB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *